Thursday, December 2, 2004

From Indra To Indri



Waktu masih tinggal di Priok dulu, mami punya teman yang biasa saya panggil Tante Ratna. Tante Ratna sering main ke rumah membawa serta ke-3 anaknya : Indra, Irvan & Ira. Karena sering bertemu, sudah pasti kami main bersama & menjadi akrab. Di antara ketiganya, saya paling dekat dengan Indra.

Waktu masuk SMP, keluarga kami pindah rumah ke Bekasi. Jauhnya jarak membuat berkurangnya frekuensi kedatangan ke rumah. Hingga pada akhirnya terhenti sama sekali. Mami udah usaha nyari keberadaan Tante Ratna, tapi ternyata mereka sudah pindah rumah. Gak ada tetangga yang tahu alamat baru atopun nomor telponnya. Dan kami pun kehilangan jejak mereka...

Di SMU, saya sempat sih dengar sas-sus tentang Indra & keluarga, tapi saya anggap sepi aja.

Waktu saya mudik ke Jakarta libur lebaran kemarin, saya ketemu Tante Ratna di rumah. Gak jelas gimana caranya, pokoknya mami berhasil menemukan keberadaan Tante Ratna & mengundangnya ke rumah.

Nah ceritanya, sehari sebelum lebaran, saya & Risma berniat ke salon. Tapi salon langganan kami rame banget hari itu. Heran...banyak banget sih orang yang mo bergaya baru menyambut lebaran (hehehe...kayak yang sendirinya enggak aja).Tante Ratna memberi solusi agar kami pergi ke salonnya si Indra. Saya heran sendiri. Indra?? Buka salon?? Kok kayaknya gak cocok ya....

Tapi Tante Ratna cuma memberikan saya nomor HP-nya Indra & menyuruh saya menelpon sendiri sekalian tanya alamat salonnya.Waktu bicara dengan Indra di telpon, firasat saya sudah gak enak. Jangan-jangan sas-susnya benar nih? Agak deg-degan juga!

Dan kekhawatiran saya terbukti setibanya saya di salon. Setelah saya bilang ke resepsionis kalau saya sudah punya janji dengan Indra & disuruh nunggu, tiba-tiba dari dalam keluar satu sosok yang berlari-lari kecil dengan antusias sambil langsung memeluk saya.

Bukannya balas memeluk, saya terbengong - bengong menatapnya. Ini nih Indra temen saya? Rambutnya panjang sepunggung. Dia juga pake bedak & lipstik. Duh kalah feminin deh! Saya aja gak dandan kok. Sewaktu saya melirik ke dadanya...ups...ada (maaf) payudara-nya. Dan yang lebih parah, namanya sekarang berubah jadi....INDRI!!!

Yap! Benar sodara-sodara! Teman saya itu berubah jadi she male alias waria.

Indra ,yang sekarang berubah jadi Indri, sepertinya gak nyadar dengan keterpanaan saya. Digenggamnya tangan saya masuk ke dalam salon. Dan pemandangan yang saya liat langsung bikin lemas. Maaakkk .......ternyata di salon itu, dari pemilik sampe kapster/hairdresser (whatever its name lah) , kecuali resepsionis di depan, adalah SHE MALE!!! Kalo kayak gini batal deh niat mo hair spa. Biarpun secara kejiwaan mereka cewek tapi tenaga & body kan tetap cowok. Dan saya paling risih kalo dipijat sama cowok (wong sama cewek juga risih kok). Creambath juga gak bisa! Berarti yang bisa cuma hair mask deh. Yah mo gimana lagi?

Sambil memasker rambut saya, Indri (panggil gitu aja deh) bercerita banyak tentang dirinya. Ternyata, dulu dia sempat mangkal di perempatan coca cola. Awalnya sih dia cuma modal rambut panjang doang. Trus setelah ngumpulin duit, dia suntik estrogen buat numbuhin (maap lagi) payudaranya. Ceritanya berlanjut dengan kemarahan bapaknya dengan tingkah lakunya. Bahkan sampe diusir segala. "Ya udah deh! Karena diusir, gue sekalian aja kabur ke bandung. Kata temen gue, di sana peluang bisnis lebih bagus. Gue "jualan" di jalan sumatera sama alun - alun . Di sana lebih enak lho, nek! Lekongnya cuco! Mana pada royal lagi. Tipsnya lebih gede bo daripada jakarta!" celotehnya dengan nada riang & meliuk-liuk. Dan saya mengakui kebenaran semua sas-sus yang pernah saya dengar dulu itu. After that, ceritanya berpindah ke karirnya di dunia salon yang sudah 3 tahun. Katanya sih ini buat kerjaan tetap. "Yah..sekarang sih gue masih muda, masih cantik. Banyak yang mau. Tapi ntar kalo tua gimana?" tanyanya retoris dengan nada bicara yang masih meliuk, kali ini malah ditambah goyangan pinggul.

Pokoknya panjang deh klo mo diceritain apa aja yang diobrolin Indri, sampai ke curhat dia soal cowoknya & kemudian konsultasi kesehatan genitalia. Ampun deh!!!

Selama pembicaraan, saya masih takjub aja ngeliat dia. Memang, Indri bukan teman she male saya yang pertama. Teman saya lumayan banyak yang transgender juga. Malah sudah 4 tahun ini, tiap tahunnya saya ikut datang ke halal bihalal Lebaran yang diadakan oleh Ikatan Waria Indonesia ato Persatuan ato apapun namanya itu (soalnya yang bertugas bikin undangan itu teman saya sih)

Tapi cuma Indri yang saya kenal sewaktu masih jadi cowok asli. Terbayang dia yang dulu. Abang kedua yang selalu ngelindungin, teman yang solider, yang selalu ikut berantem sama Gotcha melawan gengnya Dodi, juga lawan tanding karate yang tangguh. Saking tangguhnya, kalo ada yang bisa mengalahkan dia waktu ujian kenaikan tingkat, langsung dicap sebagai lulusan cum laude.

Sekarang?? Kok jadi lebih feminin dari saya sih?

Tanpa terasa, rambut saya selesai dimasker & sudah saatnya pulang. Dan sampe akhir, pertanyaan terbesar dalam benak saya tetap tak terjawab. "Apa yang mendorong dia berubah jadi kayak gini?" Sayangnya dia gak cerita. Nanya langsung aja? Ah...cari waktu lain lah!

Wednesday, December 1, 2004

Usah Kau Lara Sendiri



Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu

tak terbiasa kudapati terdiam mendura

Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu

sekilas galau mata ingin berbagi cerita



Kudatang sahabat, bagi jiwa

saat batin merintih

usah kau lara sendiri

masih ada asa tersisa



Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

biar terbagi beban itu

dan tegar dirimu

Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu

tak hilang arah kita berjalan

menghadapinya



Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?

satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh



Lagu tersebut dinyanyikan oleh Katon bagaskara & Ruth Sahanaya sebagai bentuk keprihatinan terhadap para penderita AIDS.

Melalui lagu ini pula (walo cuma modal posting ), saya juga menyampaikan simpati saya.

Ehm..jadi keinget sama Rifa, teman tercinta yang telah pergi., juga Randi, keponakan kecil yang hanya sempat menikmati dunia fana ini selama 3 bulan. Tawa & hidup mereka direnggut oleh AIDS.

Teringat juga teman-teman lain di Yayasan Penderita AIDS. Semoga kalian selalu dalam lindungan-Nya.

Love you all.

Scorpio





Dipengaruhi planet pluto yang gelap & misterius, juga warna hitam sebagai warna pribadi, Scorpio itu mengerikan. Scorpio licik. Scorpio culas. Scorpio peselingkuh. Scorpio mistis. Scorpio mematikan. Bisa dibilang dari ke-12 zodiak, Scorpio adalah tokoh jahatnya. Dia seperti danau tenang yang menenggelamkanmu, atau blackhole yang menyedot & menelanmu. Membinasakanmu tanpa kamu sadari. Hidupnya penuh politik & intrik. Hanya 1 nasihat buat kamu, jangan kehilangan kontrol bila berhadapan dengan scorpio, atau penipu licik itu akan menghabisimu dengan cara tak terduga. Ekspresi dinginnya yang tanpa ampun akan membuat orang terpesona sekaligus merinding. Scorpio, scorpio, scorpio, dialah sang manipulator ulung.



Hahahaha....keren juga ya sifat zodiak gua dan...gua banget gitu lho!!! Dari dulu gua udah bangga punya zodiak scorpio, sekarang malah makin bangga deh





Tuesday, November 30, 2004

Pria itu Susah



Hayoooo, yang ngerasa... introspeksi. Yang nggak ngerasa, nggak usah ngebantah.

Pria memang susah untuk dibuat bahagia. Masalah-masalah yang timbul pada Pria:



Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu jatuh cinta kepadanya. Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.



Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya. Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.



Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala. Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.



Jika kamu lebih pintar daripada dia, dia akan kehilangan muka. Jika dia yang lebih pintar, dia bilang hebat.



Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu. Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.



Jika kamu beritahu dia masalahmu, dia bilang kamu menyusahkan. Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.



Jika kamu cerewet pada dia, kamu seperti seorang pengasuh baginya. Tapi jika dia yang cerewet pada kamu, itu karena dia perhatian.



Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya. Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.



Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar. Tapi kalo dia yang merokok, dia adalah seorang gentleman.



Jika kamu menyakitinya, kamu sangat kejam. Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu terlalu sensitif dan terlalu sulit untuk dibuat bahagia!!!!!



Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok , mereka pasti bersumpah kalau ini tidak benar. Tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka, mereka akan bilang kamuegois.

Jadi... kirimkan ini pada semua teman lelakimu di luar sana dan juga padasemua teman cewekmu untuk berbagi tawa bersama..



source : dari email

Friday, November 26, 2004

Happy Birhtday dear Mom.

Semoga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki & tetap tabah. Wish u all the best!

Maap gak bisa ngasih apa-apa kecuali doa & ucapan selamat!

O ya,

Hari ini juga bersamaan dengan 40 harinya papi.

Dan saya cuma bisa berdoa : semoga Papi dilapangkan jalannya, diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya semasa hidup. Dan diterima di sisi-Nya dan rasul-Nya . Amin!

Have peace there, dad!

Thursday, November 25, 2004

Apa yang ko liat??



Dr. Paul adalah mentor kakak saya sewaktu kakak masih jadi mahasiswa baru. Hubungan mereka akrab layaknya saudara karena dr.Paul tidak pernah mempermasalahkan kesenioran. Tiga tahun yang lalu, dr.Paul menikah dengan seorang gadis bernama Rena (juga bukan nama sebenarnya). Pernikahan ini mengejutkan sahabat juga rekan-rekan yang mengenalnya. Sebagai seorang resident bedah orthopedi yang masih muda, gagah, lulus dengan magna cum laude dan berasal dari keluarga terpandang, dr. Paul mempunyai jumlah simpatisan yang gak kalah panjang dari antrian beras waktu jaman perang dulu. Dan dari sekian banyak pilihan, dia malah memilih RENA!!!

Yah sebenarnya gak ada yang salah dengan Rena. Dia gadis yang baik, berpendidikan, dan keluarganya juga normal aja. Tapi masalahnya, Rena terkenal sekali dengan clumsy-nya. Dalam 1 tahun saja, dia bisa 15 kali ganti handphone. Bukan karena mengikuti mode, tapi karena hp-nya selalu hilang atau terlindas mobil atau tercebur ke bak mandi, kolam ikan bahkan ke kuah kari. Pernah malah, Rena menemukan handphone-nya yang hilang 2 bulan lalu dalam freezer, sudah tertutup es. Itu baru handphone, belum termasuk barang-barang pribadinya yang berceceran ke mana-mana (dia pernah pulang ke rumah dengan baju yang belepotan lumpur karena terciprat mobil, sepatu yang hilang sebelah, jam tangan yang jatuh entah di mana dan kehilangan tas kerja yang biasa dibawanya -- katanya lupa dimana dia terakhir menaruhnya).

Sifat Rena tentu saja berbanding terbalik 180 derajat dengan Alisha. Calon pediatrician jempolan putri Prof. Suganda, ahli bedah terkemuka yang juga salah satu guru besar UNHAS. Dan sudah menjadi rahasia umum kalau Alisha berharap menjadi nyonya dokter Paul. Bahkan kabarnya Prof. Suganda sudah menyiapkan posisi bagus di bagian bedah untuk dr.Paul yang dianggapnya "calon mantu"nya.Tapi dr. Paul malah menolak promosi jabatan itu dan lebih memilih Rena. Ketika ditanya alasannya, sambil tersenyum mesem bak perawan pingitan jaman Belanda, dr. Paul menjawab singkat . "Habis cinta sih!"

Dulu kami selalu berpikir, bagaimana jadinya kalau Rena menikah? Wong mengurus diri sendiri saja gak becus gimana mau mengurus keluarga? Untunglah orang tua Rena juga menyadari sifat putri mereka. Karena itu mereka menyediakan seorang pembantu.

Masalah muncul ketika si pembantu mudik untuk berlebaran. Berhubung sudah 3 tahun tidak mudik, maka si bibi mudik dari awal bulan ramadhan. Dan sejak hari si bibi mudik, dr. Paul tiap hari datang ke rumah sakit dengan kemeja kusut dan berbau lembab. Semua sempat terheran - heran, bagaimana sih cara Rena mencuci & setrika baju? Usut punya usut, ternyata caranya memang kacau. Bayangkan saja! Pakaian yang baru dikeluarkan dari mesin cuci, langsung dijemur tanpa diperas dulu. Klo begitu caranya sih, bahkan sampe matahari terbenam pun baju tak akan kering sempurna. Dan cara menyetrikanya pun tak kalah kacau. Baju itu hanya disetrika di 1 sisi! Untungnya setelah seminggu, Rena insaf kalo dia memang payah dalam urusan satu ini dan mmemutuskan untuk menggunakan jasa laundry saja. Pilihan yang bijaksana!

Sudah selesaikah? Oh belum! Karena kasihan melihat suaminya terus menerus menyantap makanan jadi dari warteg/resto, maka Rena memutuskan untuk memasak. Biar Paul merasakan makanan home made, pikirnya. Maka dengan semangat dibelinya berbagai buku resep (diam-diam supaya bisa jadi surprise) dan dipelajarinya dengan ketekunan yang mengalahkan mahasiswa yang akan sidang skripsi. Setelah ubek-ubek berbagai buku resep, dia pun memutuskan untuk membuat yang simpel saja dulu. Yaitu : nasi putih, sambel, dan ayam goreng!

Sayangnya tak ada satu pun buku resep itu yang mengajarkan cara masak nasi atau pun membuat sambal. Segera didatanginya Lia, kawannya yang juga sepupu saya, dan meminta diberi resep 3 jenis masakan itu plus meminta Lia untuk datang menilai hasil masakannya sebelum dihidangkan ke suaminya.

Sialnya, hari itu dr.Paul pulang lebih cepat dari jadwal, sehingga ketika Lia datang makanan sudah terhidang di meja lengkap dengan dr. Paul yang siap menyantap. Karena tak bisa berbuat lain, maka Lia pun ikut mencicip.

Ternyata.....nasinya masih keras (pasti kurang air), sambalnya berasa hangus, dan ayam nya tidak dibersihkan dengan sempurna sehingga masih berdarah & amis. Untuk menghargai temannya yang sudah bersusah payah, Lia memaksakan diri menelan makanan yang rasanya campur aduk itu.Dan kesabaran dr.Paul memang hampir tak terbatas. Makanan di piringnya disantap sampai habis, tak ketinggalan dengan pujian yang dialamatkan kepada si koki. "Ini enak kok. Sambalnya enak, nasinya juga bisa dimakan. Besok-besok bisa bikin lagi nih! Tapi klo kamu capek, besok kita beli jadi aja ya!"

Sewaktu cerita ini menyebar, sudah tentu jadi bahan bercandaan kami semua. Dan pertanyaan yang sama kembali diungkit. "Apa yang ko liat kah ,Paul?"

Kali ini, dr. Paul tidak hanya tertawa. "Na bilang nenekku. Apa tong ko liat dari Rena? Ka kuttu mi, balala ki, dompala baru kemomos dudu ki. Kujawab mi: itu mi yang sa suka. Hahahaha...."(translate : Nenekku juga bertanya. Apa yang kamu liat dari Rena? Sudah ceroboh, rakus, gak becus apa-apa, gak terlalu cantik pula. Dan saya jawab : justru karena itu saya suka)

Monday, November 22, 2004

Pallu Mara



Pernah dengar nama makanan ini? Hem...saya yakin pasti sedikit sekali (klo tak mau dibilang tak ada) di antara kalian yang pernah mendengarnya. Pallu Mara yang merupakan makanan khas makassar memang tidak seterkenal sop konro ataupun se-nasional Coto, tapi... tak ada satu pun rumah tangga di makassar yang tak pernah menyajikan Pallu Mara di meja makannya.



Masakan yang terbuat dari ikan ini sangat mudah membuatnya.Hanya merebus air asam, kunyit, garam dan sereh hingga mendidih, lalu masukkan ikan (yang sebelumnya telah direndam dengan jeruk nipis dan garam selama 5 menit) dan dimasak hingga kuah tinggal 1/2nya. Setelah itu masukkan bawang merah yang telah ditumis ke air asam rebusan ikan dan dimasak kembali hingga mengental, terakhir tambahkan cabai merah dan hijau. Mudah kan? Selain mudah, bahannya mudah didapat dan murah.



Keistimewaan Pallu Mara, selain pembuatannya yang mudah dan murah, juga cita rasanya yang asin, asam kecut & pedas hingga membuat nafsu makan bertambah (klo makan ikan asin biasanya nafsu makan kita meningkat kan?).



Keistimewaan lain, Pallu Mara termasuk makanan yang tahan lama dan semakin lama disimpan, cita rasanya akan makin lezat karena kekentalan dan kecutnya pun makin bertambah.Selain itu, klo bosan dengan Pallu Mara yang merupakan ikan yang direbus & berkuah, maka ikannya boleh digoreng. Tak perlu dibumbui apa-apa lagi. Rasanya? Dijamin lezat! Karena bumbu-bumbu yang disertakan waktu memasak Pallu Mara meresap sampai ke dalam ikannya. Itu sebabnya, para ibu di makassar cenderung mengolah ikan menjadi Pallu Mara sebelum disimpan untuk dibekukan di freezer.Y



ang teristimewa dari Pallu Mara karena makanan ini bukan hanya konsumsi golongan ekonomi menengah ke bawah tapi juga kalangan pejabat macamnya Jusuf Kalla. Kalau tak percaya, coba saja singgah ke rumahnya suatu saat ato paling tidak datang ke open house rumahnya waktu Lebaran, saya jamin, hidangan Pallu Mara pasti tersedia di meja makannya.