Friday, January 14, 2005

Ternyata........



Suatu hari beberapa bulan yang lalu.....



"Pren, gua mo pengakuan nih. Gua...sebenarnya...uhm....gay!" Jelas aja, pengakuan Mike yang tiba - tiba itu bikin kaget ampir semua anak . Sementara gua dan Ira bertukar pandang sambil senyum -senyum. Bukan apa - apa, kita dah lama curiga klo Mike gay. Ada aja tanda - tanda yang keliatan walo samar. Sementara beberapa orang terutama yang cowok - cowok masih gak percaya. Ngerti sih klo mereka kaget. Coz Mike ini cowok banget, gak ada gaya bancinya acan - acan. Olah raga favoritnya basket, jago balap pula. Emang salah juga sih menganggap semua gay pasti banci. Yeee....gak semua lagi. '



Jadi setelah dicecar, Mike pun bercerita panjang lebar tentang awal mula dia ngerasa dia gay dan sebagainya. Setelah itu, dia pun bertanya, " So...kalian masih mo temenan ama gua? Gak papa sih klo enggak. Udah biasa kok ada aja yang gak mau temenan ma gua lagi setelah tahu yang sebenarnya." Dengan serempak, semua langsung meyakinkan Mike klo hal itu gak ngaruh. Mereka tetap teman lah no matter what happened. Keliatan sih klo temen - temen gua yang cowoknya ngerasa rada gak enak. Kenapa ya, cewek tuh biasa aja ma gay, malah berteman akrab tapi cowok kok suka gak nyaman dekat gay? Takut diserang ato....takut mengakui kenyataan klo mereka juga punya kecenderungan jadi gay?



Dua bulan yang lalu, not so long ago....



"Guys, gua mo ngaku. Sebenarnya gua juga gay. Waktu Mike ngaku dulu, sebenarnya gua lagi masa in denial aja." Pengakuan Dion itu bikin semuanya (termasuk gua) terpana . Dion nih lebih cowok dari Mike. Kata yang pernah ngerasain, tonjokan dan jab -nya mantep banget. Klo berantem, rata - rata korbannya perlu berobat di RS. Klo gua bisa kecele yah...gak nyangka aja sih. Tapi mungkin karena Dion masih baru kali ya, jadi gak terlalu keliatan (hehehe ngeles! )



"Terus gimana dengan Deka?" tanya Albert. Deka ini ceweknya Dion yang udah pacaran 2,5 taun.



"Ehm....gua belum cerita sih ma Deka. Gua mang mo cerita ama loe semua dulu. Keluarga gua udah tau.""ooooo....." koor panjang membahana, walo masing-masing pasti berusaha membayangkan reaksi Deka.



"Ada 1 lagi," lanjut Dion. Dia pandang-pandangan ma Mike dan mereka tersenyum trus mengangkat tangan mereka yang dari tadi ditaro di bawah meja. Ternyata dua tangan itu lagi berpegangan . "Mungkin loe udah pada nebak. Gua dan Mike sekarang jadian. It's up to you now if u still want to friend with us or not."



Tapi kayaknya cuma ampe disitu deh batas toleransi anak-anak cowoknya. 1 temen yang gay mereka masih nerima. Dua temen yang gay rasanya udah agak too much, apalagi ditambah kenyataan klo mereka jadian. Beberapa yang open minded dan udah biasa ama gay macam Albert, Rizal, ato Kacep sih gak peduli. "Yang penting loe-nya gak berubah ajalah."



Tapi beberapa yang masih konservatif (ato gak PD ya? ) macam Roni, Jonas, dan yang lainnya agak sulit nerima. "Dion, Mike, gua masih anggap loe teman, tapi kayaknya untuk beberapa saat kita gak usah main bareng dulu ya." Yang bikin gua sebel, karena mereka berpikiran klo Dion berubah karena Mike. Intinya mereka nganggap Dion ketularan dari Mike. Paan coba? Gak nyambung amat! Dion gak bakal jadi gay klo emang dasarnya straight!



Sekarang ini, 2 bulan kemudian...

Hubungan Dion dan Mike lancar - lancar aja. Walo rada sulit awalnya, tapi keluarga mereka akhirnya merestui. Roni, Jonas, dan yang lain juga udah berubah pikkiran soal nularnya gay itu. Sekarang group kami udah mulai sering ngumpul bareng dan main kayak dulu lagi. Tapi....terasa masih canggung antara Roni dkk dengan Mike & Dion. Kapan ya bisa kembali bener - bener kayak dulu lagi? I miss those days...



PS : nama-nama di atas bukan nama asli





Wednesday, January 12, 2005

Kabar Dari Negeri Jiran



Weekend kemarin (kemarin versi orang Jawa nih), gua pergi ke Kuala Lumpur untuk menghadiri pernikahan salah seorang teman yang menikah dengan pria berkebangsaan Malaysia. Sebenarnya, tadinya gua rada malas buat datang. Soalnya selain karena jadwal sedang padat, juga (yang lebih utama) keuangan saya sedang tipis. Tapi ternyata, undangan pernikahan itu datang beserta tiket pp Jakarta - KL dan surat ancaman untuk datang ato mengganti uang tiket. Kalo udah gini, gak mungkin gak datang donk.



Di bandara, saya udah ditunggu sama Aishah. Rencananya, selama di KL gua bakal nginap di rumahnya. Peluk dan tawa mewarnai pertemuan kami. Maklum sudah 2 tahun lebih kami gak ketemu. Aishah gak berubah. Dia masih tetap ramah, pelukannya tetap erat, dan tawanya masih membahana, sampe bikin orang sekitar pada ngeliatin. Sepanjang perjalanan, sambil nyetir ngebut, Aishah banyak bercerita tentang kabar kawan - kawan Malaysia lainnya. Tapi perhatian saya cuma 1/2 ke cerita Aishah, saya lebih fokus memperhatikan gaya menyetirnya. Duh nih anak! Dimana aja gak bisa kalem dikit. Hobi ngebutnya itu dulu yang bikin kami dapat masalah waktu di Wina.



O iya, saya belum cerita bagaimana kami bisa berkenalan. Saya kenal budak Malaysia (sebutan saya untuk mereka) ini waktu sedang ngikutin konferensi internasional di Wina +/- 5 tahun lalu. Waktu itu peserta dari Asia Tenggara cuma saya, Tasya (yang akan menikah) dan ke-6 anak Malaysia lainnya. Karena letak negara & kamar hotel yang berdekatan, kami ber-8 jadi akrab dan terus berkirim kabar sampai hari ini walau jarang bertemu.



Besoknya kami ber-7 (minus Tasya) ngumpul di rumah Kamillah. Sempat agak syok ketemu nenek baru nya Kamillah yang umurnya baru 25 tahun (kakeknya Kamillah udah 75 lho). Dan Malika (nenek tiri-nya Kamillah) punya penampilan yang nyentrik. Celana pendek sepaha, tank top ketat, dan suka ber-honey darling dengan suaminya. Kamillah cuma geleng-geleng kepala dengan lucu waktu cerita tentang Malika (nama si nenek). "Gua gak bisa manggil dia nenek. Untung juga dia minta dipanggil Malika aja. Umur gua sama dia cuma beda 3 tahun. Yah biarin deh. yang penting kakek senang aja ," jelasnya dengan logat Indonesia yang fasih. Ibunya Kamillah orang Sunda asli,dan Kam pernah tinggal di jakarta waktu SD, makanya dia jago bahasa indo bahkan sampe ke bahasa gaulnya. Tapi pembicaraan soal Malika gak lama-lama. Kami lebih tertarik ngobrol tentang Tasya dan Fardhan (calon suaminya).



Undangan Tasya baru kami terima seminggu lalu dan sejak itu Tasya gak bisa dihubungi. Kata keluarganya sih, Tasya udah dipingit buat menjalani perawatan calon pengantin macam luluran gitu. Dan dia dipingitnya di Malaysia (entah di Malaysia mana). Sebenarnya sih klo gitu doang gak aneh. Yang dianggap masalahnya oleh Aishah & teman-teman lain, Fardhan dan Tasya kenalan lewat internet. Dan mereka baru sekitar 3-4 kali ketemu. Sisanya cuma lewat email ato telpon. Dan mereka penasaran, kok bisa Tasya nekat married? Kan dia gak kenal banget? Cuma lewat email, bisa tau apa? Klo buat saya sih gak aneh, Tasya bukan teman pertama saya yang ketemu jodoh lewat internet, dan rata-rata pernikahan mereka bertahan tuh.



Akad nikah Tasya diadakan pada hari minggu, di masjid agung KL (lupa namanya apa). Sayangnya kami gak bisa ngobrol (ya iyalah! Masak prang mo akad, diajak ngobrol?). Waktu pembacaan akad, kami semua dibuat bengong dengan jumlah mas kawinnya. Mahar buat Tasya, 200.000 poundsterling. Gosh, itu sekitar 2 M, belum termasuk seperangkat alat sholat, 1 stel perhiasan, dan 1 mobil Ashton Martin. Rasanya sih bukan cuma kami yang tercekat kaget. Dan jadi bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih Fardhan ini?



Pertanyaan itu terjawab waktu dengerin obrolan yang berlangsung di sekitar. Katanya sih, Fardhan itu masih termasuk keluarga sultan, entah Sultan yang mana. Yang pasti bukan di KL. Dan sekarang pertanyaanya berubah jadi : Dimana Tasya mungut pangerannya ini?



Untungnya, kami bisa ngobrol juga sama Tasya di sela waktu antara setelah akad dan resepsi (yang diadakan malamnya). Langsung deh dia dihabis dicecar pertanyaan, seputar dimana dia ketemu Fardhan, apa bener dia keluarga Sultan, dan yang paling penting, kok tega-teganya Tasya gak pernah cerita? Jawaban Tasya bisa diringkas jadi gini :"Aku ketemu Fardhan di friendfinder.com. Kita udah jadian 2 taun. Dia udah ke Samarinda 2 kali ketemu keluargaku. Trus maap sih, bukannya gak mau cerita, tapi aku juga gak tau klo dia keturunan Sultan. Waktu kenalan sama keluarganya dulu, ketemunya di KL. Keluarganya memang tinggal disini. Kata Fardhan sih keluarga besarnya tinggal di negara bagian lain. Well, buatku itu gak penting. yang penting kan keluarga intinya. Setelah lamaran resmi, aku ketemu keluarga besarnya di Kuala Lumpur juga. Aku baru tau siapa dia waktu diajak ke rumah kakeknya minggu lalu. Itu sih bukan rumah. Itu istana. Tapi sejak hari itu aku udah dipingit. Itu juga sebenarnya diajak ke sana karena sudah tradisi keluarga mereka klo calon pengantin musti menjalani perawatan tubuh disana. Makanya aku gak bisa cerita sama kalian."



"Hem...berarti udah 2 temen ku yang menikah karena friendfinder.com ya," gumam saya.

"Maksudmu Dian?" tanya Tasya. Dia mengerutkan keningnya. "Aku tau sih klo dia ketemu Gamal on the net. Tapi emang friendfinder juga?"

"Bentar dulu," potong Kam cepat. "Maksud loe Dian temen loe yang married sama orang Turki itu? Trus ternyata keluarga suaminya tuh termasuk keluarga gedean disana?"

"Yep!" angguk saya mantap. "Gamal juga terhitung salah 1 dari 25 miliuner muda di Asia lho."

"WHAT?? Ada apa dengan pria-pria ini? Kenapa mereka suka sama hubungan maya begitu?" tanya Jitra tak percaya.

"Jangan lupain Fiona, Wi! Mei nanti dia mo married sama Peter," tambah Dian. "O ya , Peter itu salah satu programmer muda jenius yang gajinya paling gede di Silicon Valley lho." Penjelasan itu ditujukannya pada Liza, Jitra, Aishah, Kamillah, Sheela dan Roshita. Mereka melongo menatap Tasya sementara Tasya malah menatap penuh kemenangan. Soalnya, mereka suka ngecengin Tasya waktu awal-awal Tasya pacaran sama Fardhan. Katanya sih hubungan kayak gitu gak langgeng, gak bisa diandalkan, dan kebanyakan isinya tuh penipu besar ato orang-orang yang gak berhasil di social life dan melarikan diri ke dunia maya. Tapi cerita-cerita tadi kayaknya mengubah pandangan mereka tuh.

Dan bisa ditebak donk kegiatan mereka malamnya? Ngumpul di kamar Liza, mereka semua ramai - ramai mendaftarkan diri ke friendfinder. Kata Kamillah sih sebenarnya gengsi juga, tapi..."Namanya juga usaha".







PS : Buat Bridget, gua dah bilang kan? Prince charming tuh masih ada lagi. Masalahnya, apa dia buat kita ato gak?



Tuesday, January 11, 2005

A Secret Just Unfolded







Sekitar hari senin ato selasa yang lalu (gak ingat pastinya), gua dapat sms yang lumayan bikin kaget. "Wi, gua shock berat nih. Tina cerita klo dia sering iseng make "service". Buat selingan aja klo lagi bosen sama pacarnya. Trus dia ngasi gua nomor-nomor contact yang biasa dia hubungin. Ada 1 yang dia bilang : TOP banget! Dan dia paling sering "main" sama yang ini. Ceritanya kan gua lagi iseng. Jadi gua call deh nomor favoritnya Tina itu. Dan loe kebayang gak gimana kagetnya gua waktu yang nongol ternyata...BAYU!!! Asli gua kaget banget dah." Sender : Inon







Yah, gua juga kaget sih. Tapi dengan alasan yang berbeda. Jadi smsnya gua balas : "Pertanyaan gua sih : ada angin apa loe perlu spesial service?" Yup. Buat gua sih, itu hal yang lebih mengherankan daripada side job-nya si Bayu yang baru terungkap itu. Gak tau gimana, berita tentang side job-nya Bayu menyebar luas ke teman-teman yang lain. Beberapa ada yang nanya ke gua buat memastikan kebenaran cerita. Heh? Mana gua tau lah? Ada lagi yang lebih nekat : minta gua nanya ke Bayu buat konfirmasi. Hah? Yang bener aja? Mang sapa gua? So untuk 2 tipe sms itu biasanya gua jawab : "Waduh sorry! Gua gak tau apa-apa dan males nyari tau. Mending loe nanya langsung aja ke yg bersangkutan". Dan dasar emang anak-anak gokil, ditanyain beneran lho!!! Tapi gak tau sih apa jawaban Bayu. Gak mo ngurus ah. Itu urusan pribadi Bayu.







Eh ternyata, tadi pagi, gua malah nerima telpon Bayu. Awalnya sih gua dah lupa soal side jobnya itu, makanya waktu Bayu nanya gua rada bego. "Wi, rasanya hampir semua anak udah nelpon gua buat nanya. Loe enggak?"

"Hah? loe ngomong paan, Bay?"

"Lho? Masa loe gak tau? Yang gua denger, Inon pertama cerita ke loe."

"Oh!" Baru deh gua inget, "Maksud loe that gigolo thing? Terus kenapa?"

"Hah? Kok kenapa? Loe gak heran, gak kaget, gak bertanya-tanya? Gak jadi yang sok suci?" cecar Bayu sinis.

Hem? Kening gua berkerut juga denger pertanyaan terakhir dia. "Heran sih. Tapi gua lebih heran dengan fakta Inon perlu service kayak gitu. Rata-rata klien loe pastinya tipe tante kesepian kan?"

"Gak juga sih," sela Bayu. "Ada juga istri yang gak pernah orgasme & pengen ngerasain ato perawan yang penasaran gimana rasanya ML. Tapi loe gak jadi yang sok suci nih? Bertanya kenapa gua tersesat?"



Duile nih anak! Masih sinis aje, batin gua. "Sok suci paan sih? Ada yang judge loe ya? Yang gua tau, loe itu anaknya baek. Asyik dijadiin temen. Dan cuma itu yang penting. Gak peduli loe itu orang kantoran biasa ato gigolo. Mucikari juga gak masalah. Yang penting loe ya tetap loe lah. Soal tersesat sih..."gua menggantung ucapan sesaat. "Mang itu tersesat ya? Ah gak tau deh. Gua bilang sih itu urusan loe. Gua gak mo ngurusin orang lain, apalagi klo orang itu gak ngerugiin. Lain cerita klo orangnya minta bantuan gua."







Bayu diem lumayan lama, ampe gua kirain telponnya udah mati ato dia tidur (bosen kali denger gua ngoceh panjang lebar ). Baru aja gua mo manggil, tau-tau dia cerita panjang lebar. " Yah sebenarnya sih, gua dah lumayan lama profesi kayak gini. Sejak kuliah dulu lah.Gara-gara kondisi keluarga. Loe tau kan, nyokap gua janda, sakit-sakitan lagi. Adek gua ada 7 dan belum ada yang bisa mandiri. Gua malah yang biayain kuliahnya adek gua yang nomor 2 dan 3. Tapi gua biayain kuliah mereka pake gaji kantoran gua lho. Gua juga gak mau seterusnya kayak gini. Niat gua klo tabungan gua dah cukup, gua mau pensiun."



Wah terharu! Gak nyangka niatnya baek gitu (walo caranya salah sih). "Wi.." panggil Bayu tiba-tiba. "Kok diem? Loe lagi terharu ya? Ampe nangis gak?" Sial!! Kok dia tau sih?

"Wi..." panggilnya lagi. "Tadi loe bilang klo orangnya minta loe mo nolong. Mo nolong gua kan? Tolong donk cerita gua tadi loe ulang sama anak-anak lain."

"Hah? Apa kata loe? Kenapa gua jadi kebawa?" protes saya. Buset dah! Masak iya musti gua yang cerita ke anak-anak?





"Ya tolong lah. Kasian tuh anak-anak. Pada penasaran soalnya telpon dan sms mereka gua cuekin kemaren-kemaren. Sekalian bilang jangan pada sok suci gitu deh. 80% cowok pernah jual diri kok. Biasanya mereka gitu karena mo beli barang apa gitu, rata-rata sih handphone ato aksesorisnya komputer. Soalnya kita kan bukan cewek yang punya selaput yang musti dijaga. Cuma mereka lakuin gitu sekali dua kali, makanya disebut jual diri. Sedangkan gua yang ngelakuin lebih sering dan secara teratur disebutnya gigolo."





Oh gitu toh. Baru gua ngerti kenapa dari tadi dia nyebut-nyebut sok suci mulu. "Uhm Bay, loe ngarepin gua cerita panjang lebar gitu ke anak-anak?"

"Iya. Tolong lah. I owe you for this. Janji deh, klo ntar someday loe butuh service gua,bakal gua layanin. Gratis pula! Biarpun gua dah pensiun!"

"MUKE GILE LOE!!!" teriak gua spontann. Dan dibalas dengan ketawa ngakak dari Bayu.





"Ya udah, segitu aja Wi. Gua mo ngantor dulu. Tolongin ya! Tar klo ada yang nanya, lgs gua kirim ke loe aja. Pokoknya loe Te-o-pe dah! Sayang si Rizal temen gua jg sih, klo gak udah gua samber deh loe. Dah dewi!"

Dan telpon lgs ditutup .Dementara Joan yang tau duduk masalahnya cuma geleng kepala dan comment "Pergaulan loe itu beragam banget sih! Dari yang kiyai macam Gofur sampe yang ini." Hehehe...gua cuma bisa nyengir. Pan enak punya teman dari berbagai golongan, bisa nambah pengetahuan.





Dan akhirnya gua cuma bisa ngetik di blog ini aja deh. Sekalian meneruskan amanat si Bayu. Gua bertanya-tanya, patutkah kita menjudge seseorang? Mang sapa kita? Dia toh punya hak buat milih cara hidup dia. Dan klo loe cuma bisa judge tapi gak ngelakuin apa-apa buat dia, mending loe diem aja. Jaminan apa klo loe di posisinya si Bayu, loe gak bakal ngelakuin hal yang sama?



PS : Nama-nama di atas bukan nama asli (kecuali nama gua). Maap klo ada yang kebetulan sama. Itu gak disengaja kok. Dan buat kalian yang temennya Bayu (dan suka lurking di sini), u know his reason now. So just leave him alone

FORZA INTERNAZIONALE MILAN!!!!



Yeah!!! Inter vs Sampdoria : 3-2!!!!Gua gak akan segitu bangganya klo aja awalnya Sampdoria gak memimpin. Bayangkan (bayangin dulu gih 5 menit!), sampe menit ke 87, Sampdoria leading 2-0!!!



Gua udah frustasi aja. gua pikir, apa ini kekalahan pertama Inter season ini? Waktu Martins gol-in dan skor jadi 2-1, gua udah agak terhibur. Waktu injury time Vieri bikin 2-2, gua udah seneng. Gak papa deh draw, yang penting rekor tak terkalahkan Inter belum tumbang!



TAPI... RECOBA berhasil bikin gol lagi (gol-nya cantik banget dah! Salah 1 gol yang patut dikoleksi dunlotannya, gol jarak jauh gilaaa!!!), dan INTER MENANG!!!! Vieri back in form. Dan gak tau ada apa dengan Adriano. Kenapa dia jadi nngaco gitu ya?



Hohoho....emang enak jadi tifosi Inter. Selalu aja ngasi kejutan. Saat dikira bakal kalah, ternyata hanya dalam waktu 3 menit + injury time bisa membalikkan keadaan jadi 3-2. (Tapi saat dikira bakal menang ternyata malah jadi draw). Temen gua ampe bilang, someday dia bisa mati karena jantungan klo jadi tifosi Inter! Tapi herannya, gak kapok-kapok juga jadi interisti.



Pokoknya.....INTER TOBH DAH!!!!

Kayak gitu yang namanya semangat juang! Pertahankan terus ya!

Dan...mungkin cara mereka bisa dipake Indonesia menghadapi Singapura nanti!! (Pede amatya! Hehehe....)

Dan...tau gak apa yang bikin hari ini jadi lebih indah? Karena gua tau klo tim tetangga kalah. Hohoho....indahnya hari ini!!!!

Wednesday, January 5, 2005

Capricorn





Dipengaruhi saturnus, capricorn maniaaak banget kerja. Pokoknya, kerja & kerja. Wuih! Waktu adalah segala-galanya jadi jangan coba - coba ganggu pas dia sibuk, gak bakal digubris. Dia bisa menghargai waktu & sesuai jadwal, dia juga ulet. Tapi, gak enaknya, capricorn sering nervous karenaa dia terlalu berharap untuk sempurna.



The Legend Behind :

Saturn merajai alam setelah menumbangkan kekuasaan ayahnya sendiri, Caelus. Dia mengawini salah seorang saudarinya sendiri, Cybele. Dari perkawinan ini lahirlah lima orang anak, yaitu Vesta, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Namun teringat akan kutukan ayahnya, Saturn menelan semua anaknya begitu mereka dilahirkan untuk menghindari bencana bagi dirinya. Pada saat kehamilannya yang keenam Cybele yang berduka oleh ulah Saturn terhadap anak-anak mereka sendiri kemudian pergi ke lereng Gunung Dicte di Crete untuk melahirkan bayinya agar selamat dari incaran suaminya. Sekembalinya ke istana Saturn, Cybele berpura-pura mengerang sakit hendak melahirkan. Setelah persalinannya selesai dia menyerahkan bungkusan bayinya kepada Saturn untuk ditelan. Tanpa memeriksa lagi Saturn menelan bungkusan yang diberikan oleh istrinya yang ternyata berisi sebongkah batu. Putra keenam Saturn dan Cybele yang selamat dari kebuasan ayahnya diasuh oleh para peri di hutan lereng Gunung Dicte, terutama Melia dan Adrastea. Mereka menamai bayi itu Jupiter. Para makhluk menyayangi dewa kecil itu seolah mereka tahu bahwa kelak Jupiterlah yang akan membebaskan mereka dari cengkeraman sang tiran Saturn. Seekor kambing betina, Amalthea, setiap hari memberikan air susunya kepada Jupiter dengan kasih sayang seorang ibu, kelak setelah Jupiter berkuasa Amalthea ditempatkan di angkasa di antara para bintang menjadi rasi bintang Capricorn. Ada juga versi yang menceritakan bahwa rasi bintang Capricorn adalah penjelmaan dari Aegipan, putra Jupiter dari Aix, seekor kambing betina, yang berwujud kambing.Ketika monster Typhoon menyerang Olympus dan memotong urat-urat Jupiter, para dewa-dewi melarikan diri dan menjelma menjadi hewan-hewan untuk menyelamatkan diri. Aegipan sendiri meski sudah berwujud sebagai hewan menjelma menjadi ikan, oleh karena itu rasi bintang Capricorn kerap kali dilukiskan sebagai kambing berekor ikan.Kemudian Mercury bersama Aegipanlah yang berhasil mencuri urat-urat Jupiter dari Typhoon dan mengembalikannya kepada ayah mereka yang kemudian mengalahkan Typhoon. Sebagai tanda terima kasihnya Jupiter mengabadikan putranya sebagai rasi bintang Capricorn.

Monday, January 3, 2005

Streets of London



Akhir-akhir ini lagi demen dengerin lagu lama. Terutama lagu country. Nih lagu termasuk favourite. Asli, tipe lagu country sejati. Gak ada alat musik lain selain gitar dan suara empuk Ralph McTell. Udah gitu, saya juga suka liriknya. Memang, untuk mensyukuri nikmat yang ada, kita musti sering - sering melihat ke bawah.



Ralph McTell - Streets Of London Lyrics

Have you seen the old man In the closed down market

Kicking up the paper, with his worn out shoes

In his eyes you see no pride

And held loosely by his side

Yesterday's paper telling yesterday's news



So how can you tell me you're lonely

And say for you that the sun don't shine?

Let me take you by the hand and lead you through the streets of London

I'll show you something, to make you change your mind



Have you seen the old gal

Who walks the streets of London

Dirt in her hair and her clothes are in rags

She's no time for talking, She just keeps right on walking

Carrying her home in two carrier bags



So how can you tell me you're lonely

And say for you that the sun don't shine?

Let me take you by the hand and lead you through the streets of London

I'll show you something, to make you change your mind



And in the all night cafe at a quarter past eleven

Same old man is sitting there all on his own

Looking at the world over the rim of his tea-cup each tea last an hour

Then he wanders home alone



So how can you tell me you're lonely

And say for you that the sun don't shine?

Let me take you by the hand and lead you through the streets of London

I'll show you something, to make you change your mind



And have you seen the old man

Outside the seaman's mission

His memory is fading,

With those medal ribbons he wears A

nd in our winter city, the rain cries a little pity

For one more forgotten hero

And a world that doesn't care



So how can you tell me you're lonely

And say for you that the sun don't shine?

Let me take you by the hand and lead you through the streets of London

I'll show you something, to make you change your mind

Saturday, January 1, 2005

Selamat Tinggal 2004!!!



Alhamdulilah, gak kerasa sampai juga di penghujung tahun ini. Gua yakin, tahun 2004 ini termasuk dalam tahun yang diukir dalam lembar sejarah Indonesia. Banyak banget yang terjadi. Di kalangan artis, banyak banget perceraian yang terjadi. Dari yang kalem - kalem aja (contoh terbaru Lula Kamal) sampai yang paling heboh Elma Theana vs Fari Indarto. Terus ada juga perceraian yang bikin kontroversi yaitu perceraian Dewi Yull dan Ray Sahetapy. Ada lagi yang sempat rame diberitakan, yaitu kasus hubungan Sophie Latjuba, Michael Villareal dan istrinya Louisa. Di tahun ini juga, negeri ini banyak kehilangan seniman terbaiknya. Darto Helm, Imanez, Sukma Ayu (yang bikin kasus malapraktek jadi mencuat), dan terakhir Harry Roesli yang lebih dikenal sebagai drs. Arief. Tapi, jangan lupa, di tahun ini juga, FFI kembali diadakan setelah vakum sejak 1993. Terus juga, acara reality show macam indonesian Idol, AFI 1-2-3, KDI dan (yang tergress) Penghuni Terakhir bermunculan dan menjadi acara favorit.Oke! cukup lagak infotainment-nya!



Klo tentang hal umum, di tahun ini, Indonesia mengadakan pemilu. Dan baru kali ini dilakukan dengan sistim pemilihan langsung. jadi Pemilu bukan cuma memilih anggota MPR-DPR tetapi juga presidennya. Dari dunia olahraga, gak banyak sih ya. Tapi kemenangan Taufik Hidayat di Olimpiade Athena dan Indonesia Open patut dicatat.



Tahun ini juga gak akan terlupakan karena Bunda Pertiwi tercinta kembali menangis (lebih dari sekali malah). Mulai dari kasus bom di Kedubes Australia, kecelakaan pesawat Lion Air, sampai yang terbaru bencana alam tsunami di Aceh.



Menyangkut dunia internasional, well sejujurnya, gak banyak yang bisa gua ingat sekarang ini. Yang sekarang keingat sih, pemimpin Palestina (dan termasuk salah satu orang yang gua kagumi) Yasser Arafat berpulang ke Rahmatullah. O ya, jadi ingat. Di dunia sepakbola (khususnya Eropa), tahun ini milik tim underdog. Diawali dari kemenangan AS Monaco di ECL, dan diikuti kemenangan Yunani di Ajang Euro championship. Congratz ya! Mudah-mudahan bisa terus bertahan. Terus, serial terlaris sepanjang masa, Friends, berakhir masa tayangnya tahun ini. Satu hal yang sangat gua sayangkan.



Di tahun ini juga, gua mengalami bermacam kejadian, baik pahit maupun senang. Dimulai dari kelahiran Narissa Angie Raniadi sebagai anggota terbaru dalam keluarga besar Gotcha. Terus, pernikahan 2 sahabat lama (selalu menyenangkan melihat orang menikah), reuni kembali dengan Erni & Feby setelah 7 tahun pisah. Berpisah dengan Adjeng, Ackni, Inggar, Oline, Anna dan anak-anak ko-ass lainnya. After that, membuka er:M , rental & book shop yang sebelum ini cuma sebatas mimpi.



Tapi, gua juga mengalami banyak kehilangan di tahun 2004 ini. Pertama, kepergian Papi yang mendadak. Lalu, disusul dengan Opa Matalatta, nenek Lin dan terakhir nenek Putih. Dan itu semua terjadi cuma dalam 1 bulan Ramadhan. Ajal memang gak bisa diduga ya! Yah cuma bisa mendoakan semoga arwah orang - orang yang gua sayang diterima di sisi-Nya. Amien!



Ah...di tahun ini, bener-bener banyak yang terjadi. Tapi seenggaknya gua bisa bilang : I had colourfull life this year! Coba aja, dimulai dari merah yang meledak-ledak, lalu orange yang funky, kuning ceria, pink romantic , blue yang sendu sampai hitan duka cita.



Dan marilah kita songsong 2005 dengan harapan baru, optimisme baru dan (semoga) dengan kedewasaan dan iman yang bertambah. Amien!