Tuesday, April 26, 2011

Not A Masochist


(gambar dipinjem dari sini)

Akhir-akhir ini, semua berita atau infotainment di tv, majalah dan koran fokus membahas 1 hal : Royal Wedding.

Dan saya tahu, banyak juga pemirsa yang dengan setia mengikuti semua perkembangan detail dari Royal Wedding. Hal - hal seperti : model cincin tunangan sang putri, jenis bunga yang dipakai di resepsi, siapa saja undangannya, serta yang paling bikin penasaran : princess’ wedding gown.

Lalu ada dimanakah saya? Apakah saya termasuk yang ada di depan tv dan rajin menyimak semua berita itu?
Oho…jelas TIDAK!!!
Saya menolak mengikuti semua berita itu. Satu-satunya yang saya tahu tentang Royal Wed hanyalah nama bride-nya Kate Middleton.

Kenapa saya begitu? Apa karena saya benci dengan Royal Couple itu?
Enggak lah.

Lebih tepatnya saya gak tahan melihat mimpi masa kecil saya berakhir (LOL).

Saya yakin, semua gadis kecil yang umurnya sepantaran saya (dan dalam rentang 3 tahun diatas ato dibawah) pernah bermimpi jadi Princess aka Putri. Dan dalam masa kecil kami, Pangeran di dunia nyata yang mendapat banyak sorotan kala itu hanyalah Pangeran William.

Gak heran, Prince William pun menjadi “the object of my dream”. Saya juga yakin, semua ABG cewek sepantaran saya pernah minimal 1x menambahkan nama belakangnya dengan kata ‘Windsor’ dan berkhayal jadi Princess-nya si William ini.

Semakin dewasa, tentu khayalan saya pun semakin realistis. Prince William menjadi tak lebih dari khayalan kanak-kanak. Tapi biar begitu, saya gak bisa mematikan khayalan kekanakan itu. Biar saja konyol, biar saja bodoh. Toh Prince William masih single dan artinya masih ada harapan biar pun cuma 0, 00000000000000000000000000001%.
Bukan berarti khayalan itu akan pernah jadi kenyataan sih.
Tapi selama masih ada harapan, hidup akan selalu menarik kan? Masih ada khayalan yang bisa dirancang, masih ada doa yang bisa dipanjatkan.

Begitu tahu kalo Pangeran itu sudah bertunangan dan akan segera menikah, ada satu bagian di hati yang merasa sedih.
Bukaaann…bukan sedih karena si Pangeran gak jadian sama saya (I gave up that dream long ago). Tapi saya sedih, karena saya mesti melepaskan mimpi kekanakan saya itu. Menyimpannya dalam sebuah kotak hitam kenangan dan mengucapkan selamat tinggal.
Ah…there it goes. Satu lagi impian masa kecil yang gak akan pernah terealisasi.

Jadi, saya gak berminat mengetahui detil persiapan Royal Wedding itu. Gak juga berminat nonton upacaranya. Saya tidak sebesar hati itu untuk melihat khayalan masa kecil saya terealisasi di kehidupan gadis lain.
Sorry if I’m not a masochist :).


Dewi, have-to-find-my-own-prince-charming

Monday, May 24, 2010

Treble Winners




Hari ini, 22 Mei 2010, adalah hari yang akan dikenang oleh persepakbola-an Itali (dan oleh gua sebagai tifosi Inter) sebagai hari saat Inter memenangi gelar Liga Champions setelah 45 tahun absen sekaligus menjadikan Inter tim Itali pertama yang mendapatkan treble winners.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Congratz Internazionale Milan!!!Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Benar - benar gak rugi gua jadi tifosi Inter bertahun - tahun. Pada akhirnya gua merasakan kemenangan yang semanis ini.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Squad Inter musim ini kompak banget dah. Lini depan, tengah dan belakang semuanya selalu kompak dan solid. Thanks Eto'o, Milito, Cambiasso, Sneijder, Chivu, Pandev, Cesar, Materazzi, Balotelli, Santon, Lucio, Toldo, Maicon, Muntari, dll (banyak euy Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket).
Mungkin bakal susah lagi nemuin squad se-solid ini di musim depan. Dan mungkin bakal susah lagi bisa main di final Champions karena (let's face it) ini Inter gitu lho...You'll never know what will happen next. Always full of surprises Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Tapi untuk sekarang, gua udah sangat berbangga jadi tifosi Inter. Dan walo ke depannya, road to champion bakal lebih sulit, well...seenggaknya hasil hari ini akan selalu terekam di memori gua.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Selain berterima kasih pada para pemain, gua juga musti berterima kasih banget sama Jose Mourinho, sang pelatih. Dia beneran "special one".Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Gua udah salut sama dia sejak dia menangani Yunani di Euro 2004 dan karenanya, gua senang banget dia sempat di-hire sama Inter Milan. Emang sih dia gak lama di Inter. Kayaknya sekarang malah udah jadi musim terakhirnya.
But that's okay.
Selamanya, dia bakal tercatat dalam sejarah Inter dan dalam memori gua. Makasi banget, Mou. Makasi karena udah membuat perubahan di Inter. Makasi karena udah bikin gua segini euphoria-nya. Good luck untuk karir ke depan anda.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket



Satu lagi, orang yang paling pantas diberi ucapan terima kasih : sang Il Capitano Javier Zanetti.
Grazzie, Zanetti!!!
Terima kasih atas keloyalan dan kesungguhan anda pada Inter. Satu-satunya pemain Inter yang bertahan sejak Inter mengalami saat - saat terburuk hingga bisa bangkit kayak sekarang. Sang kapten yang sudah bermain 700 kali untuk Inter Milan selama 15 tahun pengabdiannya.
You deserve that trophy, captain! More than any other player in the world. Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket
Kalo Maradonna memutuskan gak manggil anda ke timnas Argentina, that's his lost. Not yours!!!

You waited 15 years. Disappointment, new disappointment and another disappointment. Time after time. People laughed around Europe, coaches changed all the time and the whole club was totally disorganized. But you loved this black & blue shirt all the time, you always reperesented these colours so proudly. And now you are THERE. Lifting Inter's champion trophy, with YOUR team and club. And you deserve this more than any other football player around the world.

GRANDE ZANETTI!

Friday, October 30, 2009

Reminiscing the past

16 Oktober 2004 - 16 Oktober 2009
13 Oktober 2004, 18.00 WITA;
Hp berdering, telp dari om dullah. Berita menakutkan yg prnah sa dengar. Papi sakit keras, sementara dibawa ke rumah sakit. Seketika itu pula perasaanku bercampur aduk ga menentu. Sa telp2 hp mami, ga diangkat. Sa telp dimas, dia cuma speechless ga bisa ngomong apa2. Sa telp hp papi, yg angkat suster RS.Tugu, trnyata dia lg pake hp papi untuk telp ambulans. Persaanku makin campur aduk. Oh papi ku sayang, what happen 2 u..?? Sa telp tante santy, katanya tante santy sdh telp om idrus yg kebetulan lg di jkt, beliau blg papi kena stroke, kondisinya sdh kritis.. Ya Allah ya Rabbi..

20.00; setelah singgah di tante santy untuk pinjam duit,sa lgsg ke travel, nyari tiket ke jkt yg berangkat paling pagi. Allah membukakan jalan untukku, ada flight lion air yg berangkat besok jam 7 pagi dgn harga yg cukup murah untuk saat itu, 375 ribu. Makasih ya Allah.. Sambil sepanjang jalan aku berdoa, ya Allah, berikan lah aku kesempatan untuk masih bisa melihat papi, masih bisa mencium tangan dan keningnya..

21.30; sampai di t4 kos saat itu, rumah om robby. Sa tau harus atur barang, tapi ga ada kekuatan untuk ngapa2in. Kira2 stengah jam kemudian, satu persatu dtg sahabat2ku; roto, embul, bang tiwok, mamalita, muji. Mereka semua dytg memberi support, dan mereka sepakat untuk nginap rame2 di rumah mlm itu untuk menemaniku. Makasih buanyak teman2. Emang sih kesannya lebay, tp pd malam itu sa benar2 butuh mereka. Rudi dgn cekatannya lgsg ambilkan koperku, lalu ambil baju2 lemari untuk dimasukkan ke koper. Sa benar2 ga punya tenaga pd malam itu. Sa cuma bisa shalat dan terus berdoa sambil menangis dalam hati, berharap ada mukjizat buat papi, supaya bisa sembuh spt sedia kala. Yeah, wktu itu sa baru mulai coas kodong, apalagi coas di bag neuro, sama sekali belum. Jadi sa ga tau seberapa dhsyatnya itu Hemoragic Stroke. Apalagi yg sudah gcs 3 spt papi.

23.00; tante diana menelpon, panggil ke rumahnya. Dsitu ada om syafi dan tante diana duduk di kursi ruang tengah dgn tampang sedih banget. Mereka menguatkan aku, memberi aku spirit, serta menasihati untuk ihlas dan tawakkal. Ya Allah ya rabbi...

14 Oktober 2004; jam 06.30 WIT; siap2 masuk ke ruang tunggu bandara, setelah berpisah dgn teman2 sahabat yg mengantar ke bandara. Pagi itu juga di jam yg sama, tante santy, om dullah dan ummi berangkat ke jkt ytapi dgn flight yg berbeda. Tujuan mereka sama; membesuk papi.

11.00; tiba di RSCM; ketemu mami di Paviliun Elang, mami dgn tampang kusut, mata bengkak dan pakaian seadanya, langsung memelukku.. Sa msh bisa tahan untuk tidak menangis saat itu. Pelukan mami erat sekali, seolah2 berabad tidak ktmu, pdhal belum sebulan mami baru plg dari makassar, untuk merayakan syukuran S.ked ku. Pas tiba di ICU t4 papi dirawat, ya Allah... Papi terbaring lemah tak sadarkan diri dgn terpasang ventilator. Sa ga bisa berbuat apa2 kecuali menangis di kaki nya. Papi org yg selama ini saya kagumi, sangat saya hormati, sekarang terbaring tak berdaya dgn bantuan ventilator mekanik untuk bertahan hidup. Ya Allah, kuatkan lah kami sekeluarga menghadapi cobaan dari Mu..

15 Oktober 2004; menjalani hari2 yg berat. Duduk mengaji di samping t4 tidur papi di ICU. Satu persatu keluarga dan teman2 papi, para dokter alumni Unhas yg tinggal di jakarta, dtg menjenguk papi serta memberi support pd kami semua.

22.00; kondisi papi mulai memburuk. Kami semua mulai semakin bertawakkal. Jujur aja, pd malam itu aku masih berdoa, mudah2an ada mujizat buat papi, meskipun sebenarnya itu salah. Qta tidak boleh melawan kehendakNya. Saya bahkan sempat meminta kepada residen anestesi yg jaga pd malam itu, untuk melakukan tindakab semaksimal mungkin agar papi bisa bertahan hidup. Meskipun aku tau bahwa itu salah. Apapun yg Allah akan ambil dari qta, qta harus ikhlas. Subhanallah... Selalu ada di lubuk hati kecilku, aku belum siap jadi anak yatim. Subhanallah.. Perasaan yg sebenarnya tidak pantas untuk dipikirkan.

16 Oktober 2004, jam 00.45 WIB; papi dinyatakan meninggal..!! Ya Allah ya Rabbi.. Seketika itu juga pecah tangisku.. Tapi kuusahakan untuk tidak terlalu lama menagis, meskipun sulit. Makasih banyak buat keluarga besarku, om2 dan tante2 saudara2nya mami, yg banyak membantu kami sekeluarga di malam itu. Benar2 tanpa mereka, kami tidak bisa melakukan apa2. Seperti sdh direncanakan sebelumnya, diputuskan bahwa papi akan dikuburkan di makassar. Aku yg paling ngotot memutuskan itu, spy aku bisa selalu mengunjungi makamnya.

16.00; jenazah tiba di makassar, beserta kami sekeluarga. Betul2 terlihat bahwa sangat banyak yg menyayangi papi. Setiba di bandara, bbrp teman2 sejawat dan guru papi, Prof.djauhariah, ikut menjemput di bandara. Suasana haru sangat terasa. Sebelum jenazah dikubur, disemayamkan dulu di rumah nenek Echo, di hamzy. Disana juga sdh banyak Rekan Sejawat papi yg menunggu, untuk memberi penghormatan terakhir pada papi. Subhanallah, sungguh banyak teman2 yg menyayangi papi. Meskipun saat itu aku hampir tidak memperhatikan, tapi menurut temanku, hamnpir semua SpA di makassar dtg melayat saat itu.

17.45; jenazah papi dikuburkan. Cukup banyak yg mengantar untuk melayat saat itu, padahal sdh dekat waktu berbuka puasa. Kasian juga para pelayat, terpaksa mereka berbuka puasa di kuburan hanya dengan aqua gelas. Semoga Allah SWT membalas nilai keihlasan mereka dgn balasan yg setimpal.

Malam ini adalah refleksi tepat 5 tahun meninggalnya papi. Terima kasih ya Allah, Engkau masih memberi kekuatan, ketabahan menjalani segala ujian dariMu. Adikku Dewi yg waktu papi meninggal, masih kuliah, sekarang sudah PTT di maluku. Risma yg waktu papi meninggal, baru semester 3, skrg baru saja menjalani wisuda dokter. Dimas yg waktu papi meninggal, masih SMP, skrg sudah semester 3 di FK Unhas. Dan aku yg waktu papi meninggal, baru mulai coas, skrg sementara menjalani PPDS Anak di unhas. Semua ini adalah karunia dariMu. Terima kasih ya Allah, atas segala karunia ini. Terima kasih juga telah memberi mami kami yg tercinta, kekuatan dan ketabahan untuk membesarkan ke empat anaknya dgn sukses, tanpa bantuan seorang suami. Engkau Maha Pemberi rejeki, Maha Pemberi karunia, dan Maha segalanya. Tiada daya dan upaya melainkan daripada mu Ya Allah.. Dulu waktu mau masuk ppds, sempat saya berpikir untuk masuk bagian lain. Tapi sy merenung, saya bisa sekolah, bisa makan, bahkan bisa bawa mobil ke kampus, adalah berkat jasa seorang Spesialis Anak. Jadi apa salahnya saya coba tes PPds Anak, sebagai bentuk terima kasih dan penghormatan kepada Papi tercinta.

Untuk mami; terima kasih banyak atas kasih sayang kau curahkan untuk kami berempat. Meskipun sy selalu melawan mami karena beda pendapat, tapi mami tetap sabar menghadapiku. Terima kasih mami, mohon maaf karena sampai saat ini saya belum bisa membalasnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepanjang pegangan.

Untuk adik2ku Dewi, Risma, dimas; teruslah berjuang untuk menjadi yg terbaik. Meskipun papi sdh tidak ada, tapi qta harus selalu membuat papi bangga pada qta. Kalian bertiga serta mami adalah orang2 terbaik yg saya miliki.

Untuk teman2 seperjuangan CHK crew; terima kasih telah membantu melewati masa2 sulit. Bersama kalian hidup selalu lebih ceria..!! Semoga persaudaraan qta tetap terjalin. Miss u all, guys..

untuk keluarga besarku om-om dan tante-tante serta para sepupu yang tergabung dalam Andi Beso Crew, semoga sosok "om Udin" akan selalu kalian kenang...

Untuk semua pembaca notes ini; pesanku hanyalah sayangilah orang tua kalian, guys. Hormati mereka selalu, sebab qta tidak akan pernah tau, kapan qta tiba2 dipisahkan dari mereka.


Makassar, 15 Oktober 2009, jam 21.05.
Kamar jaga residen RS Labuang baji.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=160442275772&comments



PS : Note ini ditulis oleh abangku tercinta (Eka Yusuf Inra) di facebooknya.
Sumpah deh, baca yg pertama kali, kedua kali, bahkan ampe sekarang pun tetap bikin nangis. Apalagi baca semua comment di note itu (67 comments so far dan 33 "likes"). Gua jadi nyadar betapa Papi disayang oleh seluruh keluarga besar. Para sepupu, tante, om dan kakek nenek tercinta, makasi banget untuk semua bantuannya dulu sampai sekarang.

Dari note ini juga, gua baru benar-benar tahu versinya kak Inra tentang meninggalnya Papi 5 tahun yang lalu. Selama ini, dia selalu tampil sebagai abang yang ngemong, pelindung yang paling kuat dan tempat gua berpaling saat kondisi benar - benar tak tertahankan. Dia benar - benar terasa seperti batu karang, tempat bersandar.
Gua lupa bahwa dia juga kehilangan. Bahwa dia bukan hanya kehilangan ayah, tapi juga panutan dan batu sandaran. Sama kayak gua dan yang lainnya.
Dan sisinya yang "human" ini justru bikin gua makin sayang sama dia.
Kak In, tanpa loe sadari, perlahan-lahan loe makin mirip sama Papi. The fiercest protector. One of the peoples that I admire most. Keep up like this, bro. Love u so much. You're the greatest bro a sister could ask for :D.

Papi.....walaupun udah 5 tahun, kehilangan Papi masih terasa berat.
Udah bisa diikhlaskan kok. Tapi tetap aja, saat dikenang lagi, ada rasa sakit di dada kiri yang rasanya gak pernah ilang. But don't worry,dad. That's just because we love u so much. Kami masih bertahan sampai sekarang dan Insya Allah akan terus begitu. Just watch us from up there (^o^).

Dan terakhir, untuk Allah SWT. Tanpa bantuanNya, we're really nothing :D.
Thanks God. I can't say much about YOU coz I know YOU've already know what I wanna say



Thursday, August 20, 2009

PTT di Kota Tual

Hehehe....ternyata Depkes udah ada pembukaan PTT baru toh.
Ampe gak nyadar :D
Buat yg keterima ptt, congratz ya. Dan buat yang keterima di kota Tual, Maluku : welcome here.... :D
Trust me, ptt disini enak kok. Apart dari dinas dll, situasi ptt disini menyenangkan.
Apalagi pantai yang bisa didatangin banyak bener :D.
Malah sekarang di Tual udah ada mall pula (walopun lebih mirip superindo sih :D).

Anyway....klo ada yang mo nyari info tentang ptt di tual, let me know ya :D.

Sunday, November 30, 2008

FunTwo

Pernah dengar nama FunTwo?
(Klo gak pernah sih kasian amat ya. Hari gini gak tau funTwo? :p).

Nama asli FunTwo adalah Lim Jeon Hyung, seorang pemuda kutu buku berumur 24 tahun dari Korea.

Awalnya FunTwo secara iseng mengupload video dia yang sedang memainkan Canon dengan gitar di youtube. Gak disangka, video itu mendapat respon yang sangat antusias, yang saat ini mencapai lebih dari 100 juta view bila digabung semua video videonya (dan pastinya angka ini akan terus bertambah).

Akhirnya FunTwo ini mendapatkan penghargaan dari youtube, dan menjadi artis tetap youtube! Dan bahkan sekarang ini, FunTwo telah mengadakan konser ataupun menjadi pembuka konser dimana -mana. Pastinya sih...si FunTwo sekarang udah bukan kutu buku lagi ya ;).

Btw sebenarnya ada beberapa juga yg terkenal gara - gara youtube ini dan juga membawakan Canon versi mereka masing-masing :)
Diantaranya adalah JerryC dan Mattrach. Tapi favorit saya tetap FunTwo.
Classic has been so fun with his guitar ;)

Penasaran liat video yang bikin dia terkenal itu?
Then...enjoy this :D



PS : Klo mo tau lebih lanjut tentang FunTwo, mending ke websitenya dia : http://www.funtwo.us

Friday, October 10, 2008

Dance With My Father

lIt's october again.
Mau gak mau, setiap kali oktober datang, saya akan merasa bittersweet.
Sweet karena saya bersyukur masih bernafas dan bertahan sampai saat ini.
Bitter karena di bulan ini 4 tahun yang lalu, saya kehilangan pria yang paling saya sayang.

Ah...4 tahun sudah berlalu, masih saja terasa ada kekosongan di hati ini. Masih saja air mata terbit tiap kali mengenang beliau.
Sometimes saya berpikir, mungkin dulu itu harusnya saya nangis aja ya. Yang kencang dan deras sekalian. So now I won't weep anymore.
Would it be possible?

Bahkan sampai sekarang pun saya masih menangis mendengar lagu Luther Vandross yang berjudul "Dance With My Father" karena lagu ini "Papi" banget, "kita" banget deh.

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved

Do you remember those times, Pi?
Waktu itu I'i masih kecil dan papi terasa begitu tinggi. I'i biasa naik ke atas kaki Papi dan Papi akan sedikit menunduk supaya tinggi kita hampir sejajar (^o^).
Dan kemudian kita akan berdansa diiringi lagu "Bridge Over Trouble Water". Jatah kita hanya 1 lagu itu saja, Pi. Karena Risma dan Mami sudah menunggu giliran di lagu berikutnya.
Sayangnya, seiring dengan pertambahan umur dan (terutama) bobot tubuh, tradisi ini pun berkurang. Photobucket

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again

I always wonder, what song would that be, Pi? Photobucket

Ooh, ooh
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said

Photobucket
Ini "Papi banget".
Sampai sekarang, I'i belum tahu sepenuhnya bagaimana cara Papi bisa membujuk kita untuk mengikuti keinginan Mami. Suddenly, kami mendapati bahwa kami sudah melakukan sesuai dengan yang diinginkan Mami. Bagusnya, Mami jadi bisa dibujuk untuk mengikuti keinginan Mami.
Disitulah kami belajar teknik "Mengalah untuk Menang". Walo kata Papi, itu yang namanya "win win solution". (errr.....sebenarnya gak ada bedanya kan, Pi?) Photobucket

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

Photobucket
Di samping "a dollar", ada hiburan lain berupa novel ato komik baru kan, Pi?
Ah...saat itu, I'i juga gak pernah bermimpi Papi akan pergi. Semua kenangan bersama Papi memang manis dan menyenangkan. Tapi sekaligus juga pahit untuk dikenang, Pi.

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me

Banyak kali Pi, I'i cuma bisa menangis bersamanya dalam diam. Photobucket

I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

Ah Papi, masih begitu dikenang dan dirindukan oleh kami.
Katanya sih, kita gak boleh terus mengenang mereka yang sudah "pergi" dari hidup kita. Karena katanya, itu berarti kita gak ikhlas. Dan kalo kita gak ikhlas, mereka gak akan tenang di alam sana.
Photobucket
Tapi I'i gak ngerti, bagaimana caranya kita gak mengenang orang yang kita sayangi?
Dan kata siapa dengan mengenangnya terus, berarti kita gak ikhlas?
Saya sudah bisa mengikhlaskan kepergian Papi kok.
Karena saya selalu berdoa kepada Allah SWT untuk diberikan yang terbaik kepada saya dan orang - orang di sekitar saya.
Karenanya saya percaya, kepergian Papi adalah yang terbaik untuk semuanya termasuk untuk Papi.
Begitu kan, Pi?
Photobucket

Thursday, September 18, 2008

A husband wakes up at home with a huge hangover.

He forces himself to open his eyes, and the first thing he sees is a couple of aspirins and a glass of water on the side table.

He sits down and sees his clothing in front of him, all clean and pressed. He looks around the room and sees that it is in perfect order, spotless, clean. So is the rest of the house.

He takes the aspirins and notices a note on the table. "Honey, breakfast is on the table, I left early to go grocery shopping. Love You!"


Totally shocked with the note , he goes to the kitchen and sure enough there is a hot breakfast and the morning newspaper.

His son is also at the table, eating. He asks, "Son, what happened last night?"

His son says, "Well, you came home around 3 AM, drunk and delirious.

Broke some crockery, puked in the hall, and gave yourself a black eye when you stumbled into the door". Confused, the man asks, "So, why is everything in order and so clean, and breakfast is on the table waiting for me? I should expect a big quarrel with her!"

His son replies, "Oh, that! Mom dragged you to the bedroom, and when she tried to take your clothes n shoes off, you said, "LADY LEAVE ME ALONE! I'M MARRIED!"

Moral : Self-induced hangover - $ 400.00
Broken crockery - $ 800.00
Breakfast - $ 10.00
Saying the Right Thing While Drunk – "PRICELESS "


Hehehe....gua suka sama cerita ini.
Ceritanya diambil dari sini