Wednesday, September 14, 2011

Live Your Life


source : here

Dewi, have-to-live-my-life

Beautifull Sadness



Aww.. pic ini keren banget deh. Berasa kesepet banget :D

(source : here)

Dewi, respect-my-life

Makanya Jangan Kepo...

X adalah rekan seprofesi gw yang sudah dikenal sejak kuliah dulu. Hubungan kami bisa dkategorikan teman dekat ato close friend ato hangout buddy. Jadi yah...emang gak akrab banget seperti sahabat kayak Te ato Ing ato Devi, tapi yang pasti I care about her dan gw nyaman bergaul dengan dia. As I said, hangout buddy.

Si X ini dari sejak jaman koass dulu, sudah pacaran dengan Y, otomatis Y pun jadi hangout buddy gw juga. Tapi dari sejak awal, gw ngerasa ada yang beda sama Y. Gak tau deh dari sisi mananya saya ngeliat, tapi kadang gaydar (gay radar) gw bunyi klo sedang barengan sama Y.

One day, secara kebetulan, dari history internet-nya Y gw melihat dia pernah browsing ke sebuah komunitas gay Indonesia. Si X yang saat itu bersama saya dan melihat web itu langsung bertanya ke Y. Dan Y bilang, laptopnya kemarin dipinjam temannya.

Uhm..okay...klo X percaya dengan alasan pacarnya, gw juga mestinya percaya aja. So at that time, I dropped this matter.

Lalu gw pun pergi PTT, dan masalah ini terlupakan. Saat gw balik ke Jakarta, pastilah gw kembali hangout dengan X dan Y. Dan bahkan setelah sekian tahun, gaydar gw masih aja bunyi klo di dekat Y.

Sampai sekitar 2 minggu lalu, waktu gw minjem laptop Y lagi.
Lagi-lagi, secara kebetulan gw menemukan alamat web situs gay di laptop itu.

Dan sisi kepo gw pun mulai terusik.

Gw mengecek semua history internetnya sejak 3 bulan terakhir. Ternyata ada beberapa situs gay di daftar history itu dan cukup sering diakses. Akses terakhir 1 hari sebelumnya.

So..he's a gay?
Belum tentu! Bisa aja laptopnya dipinjam. Walopun buat gw aneh sih, minjem kok berkali - kali.

Sutra lah ya. Gw pun kembali meneruskan kegiatan browsing dan download.
Sampai di akhir, waktu gw mau men-save file-file hasil downloadan gw ke HDE. Waktu gw buka folder "Downloads" di laptopnya, gw menemukan
sejumlah file gay movie dan film-film bokep gay.

Okey...that's weird. Str8 guys don't usually keep gay porn on his laptop write? While keeping gay movie still acceptable (though unlikely) for str8 guy, but gay porn is definitely another matter.
Lagipula, gay movie yang ada di laptopnya bukan gay movie yang gampang dicari kayak Queer ato Brokeback. Ini tipe gay movie yang agak langka kayak Amphetamine ato Y tu Mama. Dan itu artinya, dia niat browsing dan download dong yaa... *rollingeyes*

Sialnya sisi kepo gw langsung bangkit sempurna. Dan sekali udah bangkit, gak akan berhenti sampai gw puas.

Gw mulai mikir-mikir, sisi mananya dia yang bikin gaydar gw kadang aktif dekat dia? Dan kenapa cuma kadang-kadang aja?

Apa dia ngondek? Pernahkah jarinya nge-trill? Nope! Jelas enggak! Kalo pun aslinya dia ngondek, yang pasti dia jago ngejaga semua sekrupnya terpasang kencang. Gak ada yang longgar (as far as I remember).

Apa dia tipe cowok metroseksual?
Hmm...masih terhitung normal. Yup bajunya emang rapi. Celana bahan, kemeja ato kaus berkerah. Tapi itu normal di profesi gw. Rata-rata emang yang cowok bajunya kayak gitu.

Lalu alat kosmetiknya? Apa dia pake kream muka ato lotion? Punya lipbalm? Err...how could I possibly know about that? (O_O).
Tapi klo menurut gw, kulitnya gak segitu terawatnya kok. Standar kulit cowok. Gw punya teman yang (definitely str8) dan kulitnya lebih terawat.

Dia suka fitness? Yep!
Tapi cowok str8 juga boleh fitness kan? Wajar klo orang mau fitness untuk tetap sehat kan? Dari segi umur, emang umur sekita ini ya udah kudu olah raga.

Suka nonton Glee? Will & Grace? Suka Taylor Swift?
Ya, ya dan ya.
Tapi str8 juga boleh kan suka kayak gitu? Toh dia juga suka Linkin Park. Dan gw punya seorang teman yang (definitely str8 juga) tapi ngefans banget sama Westlife.

So...gw berakhir dengan kesimpulan, gw gak punya fakta kuat yang mendukung dugaan gw.

Dengan isengnya, gw pun mulai konsul dengan "my gay dudes" yang biasa gw panggil "Team Cong".
Team Cong ini 5 teman yang gw kenal semasa kuliah di Bandung. Semuanya cowok, 4 diantaranya belum married dan semuanya gay (^_~). Dua di antara mereka terlihat jelas ngondeknya, so gw rasa mereka udah bisa dianggap "coming out" walo gak pernah nge-publish juga. Tiga diantaranya (berusaha) terlihat str8, sekrup selalu dikencangkan klo di depan publik. Dan mestinya sih usaha mereka berhasil ya generally karena 1 di antara mereka actually married with 1 child.
(PS : Dari dulu selalu bingung, married gay itu bisa tetap dibilang gay gak sih? Ato bisex? Ah terserah lah ya. Toh itu cuma nama).

Menurut Team Cong, si Y gaydarnya gak terdeteksi. Entah karena emang gak ada. Ato karena si Y emang gak mau menyebarkan sinyalnya. Mereka juga gak pernah liat Y nongkrong di gaybar, ato di gay spots lainnya.

Jadi yang bisa gw andalkan, beneran cuma gaydar gw? Yang mana gak qualified dan sering salah? Err...tidak meyakinkan *tepokjidat*

Nah gak lama abis itu, si Y ke SG selama 3 hari karena sepupunya nikah disana. Waktu pulang, dia cerita ke ceweknya (yang mana diwaktu itu juga gw hadir) main kemana aja di SG. Dan tanpa dia nyadar, dia nyebut One Seven.

Aaanndd...BAM!!!
That's my clue!
Gw ngehubungin teman yang regular visitor di One Seven. Males bahas detailnya disini, tapi intinya gw dapat bukti yang mengkonfirmasi kecurigaan gw. Dan bisa disimpulkan, dia emang gak beredar di gay spots-nya Jakarta. Tapi...eksis di luar sana.

Oke...the truth is out in the air now.
But then...comes the biggest question : WHAT SHOULD I DO?

Semua yang tahu cerita ini, berpendapat gak perlu lah gw cerita ke X. Ngapain juga? Bisa bikin dia salah paham. Lagian toh X bukan sahabat gw juga.

Well...masalah gw bukan di apakah si X sahabat gw ato enggak sih. Klo gw di posisi X, gw akan sangat berharap ada yang ngasi tau gw. Walo yang ngasi tau orang asing sekali pun.

Masalah gw adalah : Apa gw punya hak untuk ngebongkar rahasia Y? Gw ingat usaha dia untuk menutupi sex preference-nya. Ampe bela-belain ke SG. Pasti sulit dan butuh biaya banyak. Then who am I to blow it?

Tapi...biar gimana X itu teman gw. Dia dan Y mo lamaran bulan depan. Dan gw gak tega membayangkan suaminya ngebagi cinta dengan cowok lain (iya terdengar dangdut memang. Biarkan sajalah ;p). Gw sih pastinya gak pengen ada di posisi X itu.

Di sisi lain, ada A. Salah satu "gay dude" gw yang udah menikah. Istrinya A juga gak tau suaminya gay (ato bisex?).
Trus kenapa nurani gw gak terusik untuk kasi tahu istrinya A? Karena A teman gw? Kenapa gw diam aja liat cewek lain "dibodohi" tapi gak rela waktu yang dibodohi adalah teman gw ato malah gw sendiri?
Egois dong gw? :S.

Well untuk 1 alasan, gw gak ngerasa terlalu bertanggung jawab dengan istrinya A.
Toh masa mereka PDKT-nikah, gw gak tau. Gw lagi PTT waktu itu. Balik PTT, dia udah nikah. Jadi ya udah aja lah.

Dan di sisi lain...
A adalah suami yang baik dan ayah yang bertanggung jawab. In A's wife mind, she has a best husband that loves her. And she's happy. That's the most important thing, rite? So better keep her in the dark, cause whatever she doesn't know won't hurt her.

Lalu...
Klo Y bisa jadi suami sebaik A, apa itu artinya lebih baik gw diam aja? Toh yang penting X bahagia. Is that the best way?

Tapi kembali lagi, klo gw di posisi X, gw bakal pengin tahu.
Klo mo sakit hati, mending sekarang daripada ntar. Karena gw percaya pepatah : Sepandai-pandainya tupai melompat, sesekali gagal juga.
Mo pinter gimana nyimpan kebohongan, suatu saat kebongkar juga.

Aaaarrgghh....PUSING!!! Beneran pusing, beneran bingung. (O_O)
Dan sekali itu, gw pun bilang : Damn my kepo!
Makanya jangan kepo, wi!!! ;D



Dewi, makan-tuh-kepo
(source pic : here)

Monday, September 5, 2011

Is That True Love


(image diambil dari sini)

Kebanyakan dari kita pasti tahu salah satu cerita cinta legendaris Ramayana.
Cerita tentang Sri Rama, putra mahkota Kerajaan Ayodhya yang harus menjalani hukuman pengasingan selama 13 tahun di hutan bersama istrinya, Dewi Shinta dan adiknya Laksmana.
Dalam pengasingan itu, si raksasa jahat Rahwana jatuh cinta dan menculik Dewi Shinta ke kerajaannya, Alengka.

Sri Rama jelas tak tinggal diam. Dibantu adiknya yang setia, Laksmana, serta pasukan kera di bawah pimpinan Hanoman, dia pun berjuang merebut kembali istrinya.

Perjuangan itu memakan waktu 13 tahun, selesai bersamaan dengan berakhirnya masa pengasingan Sri Rama.
Namun sebelum kembali ke Ayodhya, Dewi Shinta harus menjalani tes untuk membuktikan bahwa dirinya masih suci. Diceritakan, tes ini bukan kehendak Sri Rama. Namun desakan para pasukannya yang meragukan kesucian Dewi Shinta yang telah disekap selama 13 tahun.
Untuk mencegah berkembangnya gosip, maka Sri Rama menyetujui dilakukannya tes itu. Tesnya degan cara Shinta harus melompat ke dalam api yang berkobar. Bila Rahwana pernah menyentuh Shinta walau hanya seujung rambut, maka Shinta akan terbakar.

And so, Dewi Shinta passed that test. They returned to Ayodhya, Sri Rama became a king.
What comes next?

Happily ever after?

Tettooottt...SALAH!!!

Penggemar kisah wayang pasti tahu klo kisah Rama-Shinta masih berlanjut.

Jadi ceritanya, walau pun Shinta sudah melalui tes dan berhasil meyakinkan prajurit-prajurit Rama, namun rakyat Ayodhya masih meragukan kesucian Shinta. Banyak yang meragukan keabsahan tes itu. Ketika Shinta hamil, gosip pun semakin santer. Beberapa meragukan bahwa yang dikandung Shinta adalah anak Rama.

Bagaimana dengan sikap Rama sendiri?
Ada 2 versi yang saya tahu.
Kalo versi yang saya baca sih, Rama nggak ikutan menuduh Shinta, tapi juga nggak pernah membelanya. Dia hanya diam.
Versi lain bilang, Rama mengungkapkan keraguannya pada Shinta dengan bertanya keabsahan anak di kandungan Shinta.
Versi mana pun yang benar, intinya sih tetap saja Rama meragukan Shinta sampe Shinta kabur dari istana, bersembunyi di hutan, melahirkan dan membesarkan kedua putra kembarnya di hutan.

Kisah ini berakhir bahagia sih. Dengan kedua putra Shinta yang membersihkan namanya dan Rama yang memohon maaf pada Shinta.

Tapi masalah yang mau saya sorot bukan disitu kok (taela....preambule-nya panjang banget).

Yang saya pertanyakan, benarkah Rama mencintai Shinta?
Kalo memang iya, kenapa dia musti meragukan Shinta? Walau pun gak setuju, saya masih bisa paham deh dengan tes api itu. Tapi kenapa untuk yang kedua kalinya pun, Rama masih meragukan Shinta?
Waktu Rama berjuang merebut Shinta dari Rahwana, was it based on love or based on pride?
Jangan - jangan harga diri Rama aja yang terganggu karena ada orang lain yang merebut miliknya.


(image diambil dari sini)

Lalu Rahwana?
Buat saya sih, dialah si pemilik cinta yang tulus.
Demi mendapatkan Shinta, dia nekat menculiknya dari Rama. Juga mempertahankan Shinta walau harus mengorbankan kerajaannya dan (pada akhirnya)kebebasannya.
Rahwana itu perwujudan semua sifat buruk manusia. Kasar, brutal, you name it. Easy for him to rape Shinta in that 13 years. But not even once he touched Shinta, moreover forced himself to her.
Kalau itu bukan cinta, apalagi namanya?

Poor Shinta. Dia gagal melihat cinta setulus milik Rahwana karena silau terhadap kemilau Rama.

Sebenarnya sih aneh klo saya ngomong kayak gini. Siapa pun bakal bilang Rahwana lah si penjahatnya. Tapi, kalo menyangkut Shinta, saya gak pernah bisa menempatkan Rahwana dalam porsi penjahat.

Mudah-mudahan saya gak membuat kesalahan sefatal Shinta.

PS : Yup...materi ini emang gak penting dibahas. Tapi udah lama saya gemas dengan kisah Ramayana ini dan baru sekarang akhirnya bisa dikeluarkan sebagai unek-unek.


Dewi, wish-not-to-mistaken-true-love

Tuesday, April 26, 2011

Not A Masochist


(gambar dipinjem dari sini)

Akhir-akhir ini, semua berita atau infotainment di tv, majalah dan koran fokus membahas 1 hal : Royal Wedding.

Dan saya tahu, banyak juga pemirsa yang dengan setia mengikuti semua perkembangan detail dari Royal Wedding. Hal - hal seperti : model cincin tunangan sang putri, jenis bunga yang dipakai di resepsi, siapa saja undangannya, serta yang paling bikin penasaran : princess’ wedding gown.

Lalu ada dimanakah saya? Apakah saya termasuk yang ada di depan tv dan rajin menyimak semua berita itu?
Oho…jelas TIDAK!!!
Saya menolak mengikuti semua berita itu. Satu-satunya yang saya tahu tentang Royal Wed hanyalah nama bride-nya Kate Middleton.

Kenapa saya begitu? Apa karena saya benci dengan Royal Couple itu?
Enggak lah.

Lebih tepatnya saya gak tahan melihat mimpi masa kecil saya berakhir (LOL).

Saya yakin, semua gadis kecil yang umurnya sepantaran saya (dan dalam rentang 3 tahun diatas ato dibawah) pernah bermimpi jadi Princess aka Putri. Dan dalam masa kecil kami, Pangeran di dunia nyata yang mendapat banyak sorotan kala itu hanyalah Pangeran William.

Gak heran, Prince William pun menjadi “the object of my dream”. Saya juga yakin, semua ABG cewek sepantaran saya pernah minimal 1x menambahkan nama belakangnya dengan kata ‘Windsor’ dan berkhayal jadi Princess-nya si William ini.

Semakin dewasa, tentu khayalan saya pun semakin realistis. Prince William menjadi tak lebih dari khayalan kanak-kanak. Tapi biar begitu, saya gak bisa mematikan khayalan kekanakan itu. Biar saja konyol, biar saja bodoh. Toh Prince William masih single dan artinya masih ada harapan biar pun cuma 0, 00000000000000000000000000001%.
Bukan berarti khayalan itu akan pernah jadi kenyataan sih.
Tapi selama masih ada harapan, hidup akan selalu menarik kan? Masih ada khayalan yang bisa dirancang, masih ada doa yang bisa dipanjatkan.

Begitu tahu kalo Pangeran itu sudah bertunangan dan akan segera menikah, ada satu bagian di hati yang merasa sedih.
Bukaaann…bukan sedih karena si Pangeran gak jadian sama saya (I gave up that dream long ago). Tapi saya sedih, karena saya mesti melepaskan mimpi kekanakan saya itu. Menyimpannya dalam sebuah kotak hitam kenangan dan mengucapkan selamat tinggal.
Ah…there it goes. Satu lagi impian masa kecil yang gak akan pernah terealisasi.

Jadi, saya gak berminat mengetahui detil persiapan Royal Wedding itu. Gak juga berminat nonton upacaranya. Saya tidak sebesar hati itu untuk melihat khayalan masa kecil saya terealisasi di kehidupan gadis lain.
Sorry if I’m not a masochist :).


Dewi, have-to-find-my-own-prince-charming

Monday, May 24, 2010

Treble Winners




Hari ini, 22 Mei 2010, adalah hari yang akan dikenang oleh persepakbola-an Itali (dan oleh gua sebagai tifosi Inter) sebagai hari saat Inter memenangi gelar Liga Champions setelah 45 tahun absen sekaligus menjadikan Inter tim Itali pertama yang mendapatkan treble winners.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Congratz Internazionale Milan!!!Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Benar - benar gak rugi gua jadi tifosi Inter bertahun - tahun. Pada akhirnya gua merasakan kemenangan yang semanis ini.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Squad Inter musim ini kompak banget dah. Lini depan, tengah dan belakang semuanya selalu kompak dan solid. Thanks Eto'o, Milito, Cambiasso, Sneijder, Chivu, Pandev, Cesar, Materazzi, Balotelli, Santon, Lucio, Toldo, Maicon, Muntari, dll (banyak euy Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket).
Mungkin bakal susah lagi nemuin squad se-solid ini di musim depan. Dan mungkin bakal susah lagi bisa main di final Champions karena (let's face it) ini Inter gitu lho...You'll never know what will happen next. Always full of surprises Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Tapi untuk sekarang, gua udah sangat berbangga jadi tifosi Inter. Dan walo ke depannya, road to champion bakal lebih sulit, well...seenggaknya hasil hari ini akan selalu terekam di memori gua.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Selain berterima kasih pada para pemain, gua juga musti berterima kasih banget sama Jose Mourinho, sang pelatih. Dia beneran "special one".Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Gua udah salut sama dia sejak dia menangani Yunani di Euro 2004 dan karenanya, gua senang banget dia sempat di-hire sama Inter Milan. Emang sih dia gak lama di Inter. Kayaknya sekarang malah udah jadi musim terakhirnya.
But that's okay.
Selamanya, dia bakal tercatat dalam sejarah Inter dan dalam memori gua. Makasi banget, Mou. Makasi karena udah membuat perubahan di Inter. Makasi karena udah bikin gua segini euphoria-nya. Good luck untuk karir ke depan anda.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket



Satu lagi, orang yang paling pantas diberi ucapan terima kasih : sang Il Capitano Javier Zanetti.
Grazzie, Zanetti!!!
Terima kasih atas keloyalan dan kesungguhan anda pada Inter. Satu-satunya pemain Inter yang bertahan sejak Inter mengalami saat - saat terburuk hingga bisa bangkit kayak sekarang. Sang kapten yang sudah bermain 700 kali untuk Inter Milan selama 15 tahun pengabdiannya.
You deserve that trophy, captain! More than any other player in the world. Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket
Kalo Maradonna memutuskan gak manggil anda ke timnas Argentina, that's his lost. Not yours!!!

You waited 15 years. Disappointment, new disappointment and another disappointment. Time after time. People laughed around Europe, coaches changed all the time and the whole club was totally disorganized. But you loved this black & blue shirt all the time, you always reperesented these colours so proudly. And now you are THERE. Lifting Inter's champion trophy, with YOUR team and club. And you deserve this more than any other football player around the world.

GRANDE ZANETTI!

Friday, October 30, 2009

Reminiscing the past

16 Oktober 2004 - 16 Oktober 2009
13 Oktober 2004, 18.00 WITA;
Hp berdering, telp dari om dullah. Berita menakutkan yg prnah sa dengar. Papi sakit keras, sementara dibawa ke rumah sakit. Seketika itu pula perasaanku bercampur aduk ga menentu. Sa telp2 hp mami, ga diangkat. Sa telp dimas, dia cuma speechless ga bisa ngomong apa2. Sa telp hp papi, yg angkat suster RS.Tugu, trnyata dia lg pake hp papi untuk telp ambulans. Persaanku makin campur aduk. Oh papi ku sayang, what happen 2 u..?? Sa telp tante santy, katanya tante santy sdh telp om idrus yg kebetulan lg di jkt, beliau blg papi kena stroke, kondisinya sdh kritis.. Ya Allah ya Rabbi..

20.00; setelah singgah di tante santy untuk pinjam duit,sa lgsg ke travel, nyari tiket ke jkt yg berangkat paling pagi. Allah membukakan jalan untukku, ada flight lion air yg berangkat besok jam 7 pagi dgn harga yg cukup murah untuk saat itu, 375 ribu. Makasih ya Allah.. Sambil sepanjang jalan aku berdoa, ya Allah, berikan lah aku kesempatan untuk masih bisa melihat papi, masih bisa mencium tangan dan keningnya..

21.30; sampai di t4 kos saat itu, rumah om robby. Sa tau harus atur barang, tapi ga ada kekuatan untuk ngapa2in. Kira2 stengah jam kemudian, satu persatu dtg sahabat2ku; roto, embul, bang tiwok, mamalita, muji. Mereka semua dytg memberi support, dan mereka sepakat untuk nginap rame2 di rumah mlm itu untuk menemaniku. Makasih buanyak teman2. Emang sih kesannya lebay, tp pd malam itu sa benar2 butuh mereka. Rudi dgn cekatannya lgsg ambilkan koperku, lalu ambil baju2 lemari untuk dimasukkan ke koper. Sa benar2 ga punya tenaga pd malam itu. Sa cuma bisa shalat dan terus berdoa sambil menangis dalam hati, berharap ada mukjizat buat papi, supaya bisa sembuh spt sedia kala. Yeah, wktu itu sa baru mulai coas kodong, apalagi coas di bag neuro, sama sekali belum. Jadi sa ga tau seberapa dhsyatnya itu Hemoragic Stroke. Apalagi yg sudah gcs 3 spt papi.

23.00; tante diana menelpon, panggil ke rumahnya. Dsitu ada om syafi dan tante diana duduk di kursi ruang tengah dgn tampang sedih banget. Mereka menguatkan aku, memberi aku spirit, serta menasihati untuk ihlas dan tawakkal. Ya Allah ya rabbi...

14 Oktober 2004; jam 06.30 WIT; siap2 masuk ke ruang tunggu bandara, setelah berpisah dgn teman2 sahabat yg mengantar ke bandara. Pagi itu juga di jam yg sama, tante santy, om dullah dan ummi berangkat ke jkt ytapi dgn flight yg berbeda. Tujuan mereka sama; membesuk papi.

11.00; tiba di RSCM; ketemu mami di Paviliun Elang, mami dgn tampang kusut, mata bengkak dan pakaian seadanya, langsung memelukku.. Sa msh bisa tahan untuk tidak menangis saat itu. Pelukan mami erat sekali, seolah2 berabad tidak ktmu, pdhal belum sebulan mami baru plg dari makassar, untuk merayakan syukuran S.ked ku. Pas tiba di ICU t4 papi dirawat, ya Allah... Papi terbaring lemah tak sadarkan diri dgn terpasang ventilator. Sa ga bisa berbuat apa2 kecuali menangis di kaki nya. Papi org yg selama ini saya kagumi, sangat saya hormati, sekarang terbaring tak berdaya dgn bantuan ventilator mekanik untuk bertahan hidup. Ya Allah, kuatkan lah kami sekeluarga menghadapi cobaan dari Mu..

15 Oktober 2004; menjalani hari2 yg berat. Duduk mengaji di samping t4 tidur papi di ICU. Satu persatu keluarga dan teman2 papi, para dokter alumni Unhas yg tinggal di jakarta, dtg menjenguk papi serta memberi support pd kami semua.

22.00; kondisi papi mulai memburuk. Kami semua mulai semakin bertawakkal. Jujur aja, pd malam itu aku masih berdoa, mudah2an ada mujizat buat papi, meskipun sebenarnya itu salah. Qta tidak boleh melawan kehendakNya. Saya bahkan sempat meminta kepada residen anestesi yg jaga pd malam itu, untuk melakukan tindakab semaksimal mungkin agar papi bisa bertahan hidup. Meskipun aku tau bahwa itu salah. Apapun yg Allah akan ambil dari qta, qta harus ikhlas. Subhanallah... Selalu ada di lubuk hati kecilku, aku belum siap jadi anak yatim. Subhanallah.. Perasaan yg sebenarnya tidak pantas untuk dipikirkan.

16 Oktober 2004, jam 00.45 WIB; papi dinyatakan meninggal..!! Ya Allah ya Rabbi.. Seketika itu juga pecah tangisku.. Tapi kuusahakan untuk tidak terlalu lama menagis, meskipun sulit. Makasih banyak buat keluarga besarku, om2 dan tante2 saudara2nya mami, yg banyak membantu kami sekeluarga di malam itu. Benar2 tanpa mereka, kami tidak bisa melakukan apa2. Seperti sdh direncanakan sebelumnya, diputuskan bahwa papi akan dikuburkan di makassar. Aku yg paling ngotot memutuskan itu, spy aku bisa selalu mengunjungi makamnya.

16.00; jenazah tiba di makassar, beserta kami sekeluarga. Betul2 terlihat bahwa sangat banyak yg menyayangi papi. Setiba di bandara, bbrp teman2 sejawat dan guru papi, Prof.djauhariah, ikut menjemput di bandara. Suasana haru sangat terasa. Sebelum jenazah dikubur, disemayamkan dulu di rumah nenek Echo, di hamzy. Disana juga sdh banyak Rekan Sejawat papi yg menunggu, untuk memberi penghormatan terakhir pada papi. Subhanallah, sungguh banyak teman2 yg menyayangi papi. Meskipun saat itu aku hampir tidak memperhatikan, tapi menurut temanku, hamnpir semua SpA di makassar dtg melayat saat itu.

17.45; jenazah papi dikuburkan. Cukup banyak yg mengantar untuk melayat saat itu, padahal sdh dekat waktu berbuka puasa. Kasian juga para pelayat, terpaksa mereka berbuka puasa di kuburan hanya dengan aqua gelas. Semoga Allah SWT membalas nilai keihlasan mereka dgn balasan yg setimpal.

Malam ini adalah refleksi tepat 5 tahun meninggalnya papi. Terima kasih ya Allah, Engkau masih memberi kekuatan, ketabahan menjalani segala ujian dariMu. Adikku Dewi yg waktu papi meninggal, masih kuliah, sekarang sudah PTT di maluku. Risma yg waktu papi meninggal, baru semester 3, skrg baru saja menjalani wisuda dokter. Dimas yg waktu papi meninggal, masih SMP, skrg sudah semester 3 di FK Unhas. Dan aku yg waktu papi meninggal, baru mulai coas, skrg sementara menjalani PPDS Anak di unhas. Semua ini adalah karunia dariMu. Terima kasih ya Allah, atas segala karunia ini. Terima kasih juga telah memberi mami kami yg tercinta, kekuatan dan ketabahan untuk membesarkan ke empat anaknya dgn sukses, tanpa bantuan seorang suami. Engkau Maha Pemberi rejeki, Maha Pemberi karunia, dan Maha segalanya. Tiada daya dan upaya melainkan daripada mu Ya Allah.. Dulu waktu mau masuk ppds, sempat saya berpikir untuk masuk bagian lain. Tapi sy merenung, saya bisa sekolah, bisa makan, bahkan bisa bawa mobil ke kampus, adalah berkat jasa seorang Spesialis Anak. Jadi apa salahnya saya coba tes PPds Anak, sebagai bentuk terima kasih dan penghormatan kepada Papi tercinta.

Untuk mami; terima kasih banyak atas kasih sayang kau curahkan untuk kami berempat. Meskipun sy selalu melawan mami karena beda pendapat, tapi mami tetap sabar menghadapiku. Terima kasih mami, mohon maaf karena sampai saat ini saya belum bisa membalasnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepanjang pegangan.

Untuk adik2ku Dewi, Risma, dimas; teruslah berjuang untuk menjadi yg terbaik. Meskipun papi sdh tidak ada, tapi qta harus selalu membuat papi bangga pada qta. Kalian bertiga serta mami adalah orang2 terbaik yg saya miliki.

Untuk teman2 seperjuangan CHK crew; terima kasih telah membantu melewati masa2 sulit. Bersama kalian hidup selalu lebih ceria..!! Semoga persaudaraan qta tetap terjalin. Miss u all, guys..

untuk keluarga besarku om-om dan tante-tante serta para sepupu yang tergabung dalam Andi Beso Crew, semoga sosok "om Udin" akan selalu kalian kenang...

Untuk semua pembaca notes ini; pesanku hanyalah sayangilah orang tua kalian, guys. Hormati mereka selalu, sebab qta tidak akan pernah tau, kapan qta tiba2 dipisahkan dari mereka.


Makassar, 15 Oktober 2009, jam 21.05.
Kamar jaga residen RS Labuang baji.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=160442275772&comments



PS : Note ini ditulis oleh abangku tercinta (Eka Yusuf Inra) di facebooknya.
Sumpah deh, baca yg pertama kali, kedua kali, bahkan ampe sekarang pun tetap bikin nangis. Apalagi baca semua comment di note itu (67 comments so far dan 33 "likes"). Gua jadi nyadar betapa Papi disayang oleh seluruh keluarga besar. Para sepupu, tante, om dan kakek nenek tercinta, makasi banget untuk semua bantuannya dulu sampai sekarang.

Dari note ini juga, gua baru benar-benar tahu versinya kak Inra tentang meninggalnya Papi 5 tahun yang lalu. Selama ini, dia selalu tampil sebagai abang yang ngemong, pelindung yang paling kuat dan tempat gua berpaling saat kondisi benar - benar tak tertahankan. Dia benar - benar terasa seperti batu karang, tempat bersandar.
Gua lupa bahwa dia juga kehilangan. Bahwa dia bukan hanya kehilangan ayah, tapi juga panutan dan batu sandaran. Sama kayak gua dan yang lainnya.
Dan sisinya yang "human" ini justru bikin gua makin sayang sama dia.
Kak In, tanpa loe sadari, perlahan-lahan loe makin mirip sama Papi. The fiercest protector. One of the peoples that I admire most. Keep up like this, bro. Love u so much. You're the greatest bro a sister could ask for :D.

Papi.....walaupun udah 5 tahun, kehilangan Papi masih terasa berat.
Udah bisa diikhlaskan kok. Tapi tetap aja, saat dikenang lagi, ada rasa sakit di dada kiri yang rasanya gak pernah ilang. But don't worry,dad. That's just because we love u so much. Kami masih bertahan sampai sekarang dan Insya Allah akan terus begitu. Just watch us from up there (^o^).

Dan terakhir, untuk Allah SWT. Tanpa bantuanNya, we're really nothing :D.
Thanks God. I can't say much about YOU coz I know YOU've already know what I wanna say