Kasus Ujian NasionalKetika Pensil Anak-anak Itu Tidak Bergerak...
Sabtu, 26 April 2008 | 02:08 WIBOleh Andy Riza Hidayat
Kelengangan Jalan Galang, Lubuk Pakam, pecah. Rabu (23/4) pukul 13.30 ledakan keras dari pucuk senapan menyalak di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sekelompok orang berpakaian sipil, tetapi bersenjata, membuka paksa sebuah ruangan di sana.
Para pendobrak pintu itu ternyata anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut).
Guru yang ada di dalam ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Bimbingan Konseling (BK) kaget.
G Sianturi, guru bidang studi Ekonomi, hanya diam. Dia tak menduga ada petugas berpakaian sipil merangsek masuk ruangan. Petugas memergoki para guru membetulkan lembar jawaban siswa peserta ujian nasional (UN).
Tanpa banyak kata, mereka menyita 284 lembar jawaban siswa, pensil, penggaris, dan peruncing pensil. Para guru gemetar, sebagian menangis.
Tiga hari sudah berlalu, tetapi Sianturi mengaku masih shock. Dia mengatakan hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. Diakuinya semua direncanakan para guru. Pada saat para siswa terlihat tidak bisa mengerjakan soal, guru-guru akan membantu membetulkan jawaban. ”Kami terpaksa,” katanya.
Bahasa Inggris adalah mata ujian pertama yang dijadwalkan pukul 08.00-10.00 hari itu. Begitu soal dan lembar jawaban terkumpul, empat guru Bahasa Inggris membuat kunci jawaban dan 16 guru kemudian ”ngebut” membetulkan ulang lembar jawaban 284 siswa di ruang UKS dan BK tadi. Sementara itu, siswa meneruskan mata ujian kedua: Kimia (untuk siswa jurusan IPA), Geografi (jurusan IPS), dan Sastra Indonesia (jurusan Bahasa).
Sianturi menuturkan, guru terpaksa membantu karena kasihan siswa tak mampu mengerjakan ujian Bahasa Inggris. Mereka sudah memprediksi anak didiknya akan mengalami kesulitan meski sebelum UN, siswa sudah menjalani uji coba soal ujian dua kali. Hasil uji coba memang mengkhawatirkan. Itulah mengapa muncul ide untuk membantu siswa. Sayangnya, cara mereka justru mengubur makna pendidikan itu sendiri.
Para guru sadar, pilihan mereka merupakan tindakan keliru. ”Kami sudah mengajarinya tiga tahun. Kalau mereka gagal UN, kasihan orangtuanya, kan,” katanya. Ia menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur.
Meski enggan bicara, Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis mengakui kejadian itu. ”Kasihan siswa. Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris, kami lihat pensil anak-anak itu tak bergerak, tanda tak bisa mengerjakan,” kata Ramlan dengan wajah menunduk. Wajah itu kusut, tetapi hampa.
Ramlan menggerutu pemerintah terlalu memaksakan UN. Baginya, penyamaan soal UN sangat tidak adil. ”Bagi anak Jakarta, soal Bahasa Inggris itu mungkin mudah. Namun, bagi siswa kami, soal UN sangat sulit. UN ini terlalu dipaksakan sehingga kami pun terpaksa membantu siswa,” ujarnya.
Argumen Ramlan ini mungkin benar menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Ramlan dan para guru hanya tidak sampai hati saja melihat siswa mereka gagal. ”Karena sebagian besar orangtua mereka itu buruh tani dan buruh kebun,” katanya.
Kini wajahnya tambah keruh. Dua malam terakhir dia kurang istirahat. Rabu siang lalu dia harus menjalani pemeriksaan polisi bersama 16 guru lain sampai Kamis dini hari. Kini mereka berstatus tersangka pelanggar Pasal 263 (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. Mereka wajib lapor kepada polisi dua kali seminggu.
Ramlan ingin semua pihak memahami peristiwa di sekolahnya. Namun, ia tak melanjutkan perkataannya. Dia buru-buru meninggalkan sekolah saat sejumlah wartawan ingin meminta penjelasan lagi. Ia mengakhiri pembicaraan dan pulang.
Para guru kemarin duduk-duduk di lorong sekolah. Satu per satu meninggalkan tempat duduk setelah tahu yang datang adalah wartawan. Di beberapa ruang, sejumlah siswa berbincang. Sebagian ikut ekstrakurikuler. Saat didekati, mereka membalikkan badan.
Sejak peristiwa Rabu lalu, tak banyak informasi keluar dari sekolah. Suasana sekolah itu kini jadi beku karena kekeliruan. Bangku-bangku dan lorong sekolah terasa senyap. Di salah satu meja guru bertumpuk koran-koran berisi berita penggerebekan para guru dan kecurangan sekolah itu.
Akan tetapi, praktik kecurangan UN di Sumut tak cuma terjadi di SMAN 2 Lubuk Pakam. Kecurangan juga terjadi di enam daerah lain di 24 SMA sederajat, yaitu di Medan, Humbang Hasundutan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba Samosir, dan Binjai. Kecurangan di enam daerah itu masih sebatas laporan Komunitas Air Mata Guru (KAMG), belum termasuk kejadian lain seperti di SMAN 2 Lubuk Pakam.
Tahun lalu, KAMG melaporkan kecurangan serupa di sejumlah daerah di Sumut. Praktik kecurangan terbukti direncanakan demi nama baik sekolah dan daerah. Yang mengherankan, proses hukum bagi para pelaku kecurangan UN ternyata tak benar-benar ditegakkan. Setahun kemudian kasus serupa terulang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi Ruruh Wicaksono mengatakan, penggerebekan dilakukan berkat informasi awal datang dari seseorang.
Kedatangan satuan Densus 88 ke sekolah mendapat reaksi keras dari Wagino, orangtua murid dan kebetulan Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam. ”Saya menyayangkan polisi. Tindakan mereka berlebihan. Apalagi ada letusan senjata,” ujarnya.
Wagino juga kesal dan kecewa pada sekolah itu. ”Namun, itu bukan tanpa sebab. Semua terjadi karena UN dipaksakan digelar di seluruh Indonesia. Bagaimana bisa fair, kualitas guru beda, fasilitas sekolah berbeda. Anak-anak kami harus menghadapi soal yang sama dengan soal siswa di Jakarta,” katanya.
source : Kompas
================================================================
Satu bulan yang lalu, waktu adik gua cerita kalo gurunya nyuruh dia ngasi contekan ke teman - teman sekelasnya lewat sms waktu Ujian Nasional nanti. Bahkan dijanjikan adik gua bakal dilindungi dari guru pengawasnya. Gua yang denger ceritanya langsung berasa sebel dan ilfeel abis sama gurunya. "Idih, guru macam apa itu? Kok gak mendidik banget? Kok merusak mental bangsa banget?" begitu yang ada di pikiran gua waktu itu. Sebagai kakak, reaksi pertama gua adalah pengen datangin tuh guru dan protes atas omongannya. Enak aja. Capek - capek adik gua belajar, nyokap gua yang bayarin biaya lesnya dan ngerelain waktu demi nemenin adik gua belajar, eh nih guru mau enaknya aja. Tapi adik gua gak setuju dengan usul itu dan berjanji untuk gak ikutin maunya si guru. Caranya? Simple. Gak usah bawa hp aja. Kan beres!
Dan bener aja. Pas hari ujian, adik gua sengaja gak bawa hp. Si guru yang mengetahui tingkah adik gua kontan melengos sebal waktu adik gua lewat (amit - amit deh tuh orang!!!). Tapi ternyata cerita gak berhenti sampai disitu. Menurut cerita adik gua, kunci jawaban ujian beredar (entah bener ato gak tuh kunci jawaban). Gak jelas juga sih sumber kunci jawaban dari siapa. Entah temen, guru ato bahkan si penjaga sekolah, dan menurut adik gua sih (yang yakin jawabannya bener), kunci jawabannya banyak banget yang beda sama jawaban dia. Dan gua berpikir : "Kok bobrok banget sih sistem pendidikan jaman sekarang? Apa demi kelulusan jadi rela berbuat apa aja? Apa bangganya lulus dengan cara gitu?"
Tapi pas baca berita di atas, gua jadi kasihan juga sama para guru itu. Sebobrok - bobroknya mental para guru itu, sekacau - kacaunya kelakuan mereka, gua gak pengen mereka dipenjara ato apa lah. Soalnya gaji guru berapa sih? Walau pun mereka curang membantu muridnya dan berakibat para murid lulus 100% , gaji mereka gak akan naik drastis kok.
Di balik segala kelakuan gua yang suka isengin guru waktu sekolah dulu, gua masih sangat berterima kasih ke para guru itu. Dan gua juga selalu salut sama mereka karena mereka lah pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenar - benarnya. Guru itu hebat lho. Mereka menghadapi kebandelan para murid, musti mengajar dan juga mendidik, tapi dengan gaji yang minim. Semua orang hebat di negara kita ini adalah hasil didikan guru, tapi gua yakin gak ada di antara mereka yang bakal bikin monumen khusus untuk mengenang guru - guru mereka.
Jadi inget, gua terharu banget waktu reuni SD kemarin. Di saat kami, para mantan muridnya, sudah banyak yang sukses, beberapa di antara kami malah sudah menyetir mobil sendiri, para guru kami masih datang ke tempat reuni dengan naik angkot atau motor.
So untuk para pembesar di atas, seandainya tulisan ini bisa terdengar, tolong pertimbangkan lagi nasib guru - guru itu. Dihukum sih boleh aja, tapi janganlah sampai membuat mereka kehilangan mata pencarian. Percaya deh, gak ada untungnya bagi negara ini klo guru - guru memutuskan untuk memboikot dan di masa depannya gak ada orang yang mau jadi guru.
Saturday, April 26, 2008
Saturday, March 22, 2008
My Big Family
My Big Family
Gua berasal dari keluarga besar dan sampai sekarang, gua selalu bangga dengan keluarga gua.
Oke, gua tahu klo keluarga bukanlah satu - satunya keluarga besar yang ada. Gua juga tahu klo masih ada keluarga lain yang juga kompak, tapi tetap aja gua selalu bangga dan sayang banget dengan keluarga besar gua.
Mungkin karena orang tua kami juga akrab dan sayang banget satu sama lain, maka dari kecil kami semua sudah dididik untuk akrab dan saling sayang layaknya saudara kandung. Jadi gak kerasa adanya batas antara saudara kandung dan saudara sepupu.
Para om dan tante berhak marahin gua bersaudara sama kayak orang tua gua marahin gua. Dan mereka juga bakal manjain gua sama kayak orang tua gua manjain gua. Hal ini berlaku bagi semuanya. Karena itu gua selalu ngerasa klo keluarga gua bukan cuma 6 orang, tapi banyak banget.
Saturday, December 1, 2007
Dufan

Tekanan dan stress yang gua alami waktu ujian comprehensive cukup membuat mood gua drop ke level dasar.
Untungnya Arnaz dan Devi ngajakin gua ke Dufan yang mana tanpa ragu dan berpikir 2 kalilangsung gua setujui. Untuk menambah ramai suasana, Noven dan Arniz (adiknya Arnaz) pun diajak serta.
So di hari Sabtu kemarin, gua pun berangkat bareng Noven ke Jakarta dengan niat ke Dufan hari Minggu.
Sesampainya di rumah, ternyata Dina (mother's maid) pengen ikutan juga ke Dufan. Ya udah, jadilah dia ikut serta.
Janji di Dufan sih jam 11 ya, tapi waktu nyampai di sana ternyata hanya gua, Dina dan Noven yang udah datang. Arnaz, Arniz dan Devi bahkan belum berangkat. It's oke sih buat kita. Soalnya kita liat antri beli tiketnya rame bener.
Emang dari awal juga udah ragu sih mo ke Dufan hari Minggu, tapi berhubung cuma itu waktu dimana semuanya bisa, maka kita nekat pilih hari Minggu.
Dan begitu melihat antrian tiket, gua menyadari betapa salahnya keputusan kami itu.
Yah berhubung udah telanjur,maka kami pun nekat ikutan antri tiket yang ramainya ngalahin antrian beras.
Finally, bisajuga dapat tuh tiket setelah berdesak - desakan dan sikut - sikutan selama 1 jam. Dan pada saat itu, timnya Arnaz pun udah nyampe di Dufan. So kita pun masuk Dufan dan dimulailah uji kesabaran gua hari itu.
Tujuan pertama jelas Tornado. Begitu liat antriannya, gua langsung ilfil. Edan, panjang banget. Karena malas ngantri dan (terutama) karena nyokap udah ngelarang keras gua naik Tornado (Well...gua gak pernah berani melawan laranagn nyokap seberapa gak masuk akalnya sekali pun), maka gua gak naik Tornado dan ngantri yang lain.
Dan selama ke-5 makhluk itu antri Tornado, gua main Kicir - Kicir, Alap - alap dan Kora - kora. Doh...naik kicir - kciir dan alap - alap sendirian sih gak masalah coz emang kursinya misah - misah. Tapi naik kora - kora sendirian dan duduk di paling belakang sendirian gak enak banget bo! Mo teriak tapi klo sendirian garing rasanya. Mo diem aja malah jadi gak seru. Rasanya kapok deh sendirian naik kora - kora.
Setelah gua kelar main kora - kora, ke-5 makhluk itu pun kelar main Tornado. Kemudian kita sholat Ashar dan habis itu...main Kora - kora lagi. Hehehe...berhubung kali ini rame - rame, so gua ngerasa enjoy aja. Sayangnya setelah main Kora - kora si Arnaz ngerasa sakit kepala (soalnya cewek di sebelah dia teriaknya kenceng banget dan pas di telinganya pula).
Well...demi si Arnaz bisa istirahat, kita pun memutuskan naik yang santai macam Arung Jeram (dan antrinya juga edan).Setelah ngantri hampir 3 jam baru kitanaik ke Arung Jeram. It was fun walo gua jadi basah kuyup. Gua emang gak ada niat naik arung Jeram jadi gak persiapan baju seperti yang lain.
Setelah itu, ternyata udah jam 19.30. So kita cuma naik bianglala aja sebelum akhirnya musti pulang coz Dufan udah mo tutup.
Cukup menyenangkan juga hari itu walo rasanyakurang puas coz kebanyakan ngantri dan wahana yang dinaikin dikit banget. Sometimes, kita mesti kesana lagi bareng - bareng.
Quote of the day :
"In every real man, a child's hidden that wants to play."
-Frederick Nietzche-
Roadtrip
Roadtrip


Dulu sih gua selalu pengennya bisa keliling ke seluruh dunia. Waktu makin gede, gua sedikit realistis dan merasa bakal puas klo bisa keliling Eropa dan Amerika aja. Kemudian gua makin realistis dan berpikir keliling Amerika doang pun okelah. Tapi sekarang ini, gua berpikir kalo bisa keliling Indonesia pun udah bagus.
I know, itu bukan hal yang gampang diwujudkan. Gua musti punya tabungan yang cukup dan musti meninggalkan tanggung jawab gua saat itu selama minimal 1 tahun. That's why ampe sekarang niat itu belum juga terlaksana.
Tapi gua benar - benar berharap, suatu hari gua bisa lepas bebas seperti itu.
Quote of the day :
"It's all right. I won't give up hope. Even if life and fate abandon me, I'll never give up hope."
-Wonderfull Life-
Seperti burung yang terbang bebas di angkasa.
Seperti balon yang melayang lepas di langit.
Seperti ikan yang berenang santai ke segala arah.
Gua selalu pengen bisa bebas lepas seperti itu.
Gak tau kenapa, dari kecil ampe sekarang gua selalu punya keinginan untuk bisa bebas. Lagu favorit gua aja "I Want To Break Free" dari Queen dan "Free As A Bird" dari Beatles. Padahal dalam kenyataannya, gua gak pernah dikekang sama sekali lho. Swear dah! Dari 4 bersaudara, gua yang paling dikasi kebebasan. Mungkin juga karena Papi dan Mami melihat potensi jiwa gua yang pemberontak.
Dan bahkan sedari kecil, gua udah punya impian pengen melakukan road trip. Bukan backpacker lho. Kalo backpacker kan kemana - mana cuma modal ransel doang. Kalo gua sih pengennya kemana - mana bermodalkan ransel dan mobil yang gua setir sendiri. Hehehe...gua rasa, di balik jiwa bertualang gua masih tersembunyi jiwa orang rumahan yang pengen mendapat jaminan rasa aman yang diwujudkan dengan mobil, coz dengan mobil gua bisa yakin bahwa gua akan selalu punya atap. Klo bisa sih mobilnya karavan.
Seperti balon yang melayang lepas di langit.
Seperti ikan yang berenang santai ke segala arah.
Gua selalu pengen bisa bebas lepas seperti itu.
Gak tau kenapa, dari kecil ampe sekarang gua selalu punya keinginan untuk bisa bebas. Lagu favorit gua aja "I Want To Break Free" dari Queen dan "Free As A Bird" dari Beatles. Padahal dalam kenyataannya, gua gak pernah dikekang sama sekali lho. Swear dah! Dari 4 bersaudara, gua yang paling dikasi kebebasan. Mungkin juga karena Papi dan Mami melihat potensi jiwa gua yang pemberontak.
Dan bahkan sedari kecil, gua udah punya impian pengen melakukan road trip. Bukan backpacker lho. Kalo backpacker kan kemana - mana cuma modal ransel doang. Kalo gua sih pengennya kemana - mana bermodalkan ransel dan mobil yang gua setir sendiri. Hehehe...gua rasa, di balik jiwa bertualang gua masih tersembunyi jiwa orang rumahan yang pengen mendapat jaminan rasa aman yang diwujudkan dengan mobil, coz dengan mobil gua bisa yakin bahwa gua akan selalu punya atap. Klo bisa sih mobilnya karavan.
Dulu sih gua selalu pengennya bisa keliling ke seluruh dunia. Waktu makin gede, gua sedikit realistis dan merasa bakal puas klo bisa keliling Eropa dan Amerika aja. Kemudian gua makin realistis dan berpikir keliling Amerika doang pun okelah. Tapi sekarang ini, gua berpikir kalo bisa keliling Indonesia pun udah bagus.
I know, itu bukan hal yang gampang diwujudkan. Gua musti punya tabungan yang cukup dan musti meninggalkan tanggung jawab gua saat itu selama minimal 1 tahun. That's why ampe sekarang niat itu belum juga terlaksana.
Tapi gua benar - benar berharap, suatu hari gua bisa lepas bebas seperti itu.
Quote of the day :
"It's all right. I won't give up hope. Even if life and fate abandon me, I'll never give up hope."
-Wonderfull Life-
Friends
Friends 

Sitkom "Friends" ini adalah serial kesayangan gua sepanjang masa. Gak tau kenapa, walopun gua udah mengulang
nonton "Friends" belasan (bahkan mungkin puluhan) kali dan udah hapal semua jalan cerita dan tiap kalimat tokohnya, tetep aja gua masih bisa ngakak
tiap kali nontonnya. Gua senang dengan humornya yang cerdas dan well...seolah everything's gonna be alright as long as you have friends beside you.
Sekarang sih, gua hanya nonton "Friends" saat gua merasa bete banget ato sedih banget. Semakin besar perasaan bete ato pun sedih gua, maka semakin banyak serial "Friends" yang gua tonton. Pokoknya gua bakal terus nontonin "Friends" itu sampai gua ngerasa better.
Dan sekarang ini?
Sekarang ini rasanya gua pengen banget nonton "Friends" lagi. Dan bukan hanya sekedar 1 episode ato 1 season aja, tapi 10 season sekaligus.
Too bad I don't have that much time right now.
Ah...I'm so tired.
Quote of the day :
"Whenever I watch romantic movies, witness couples kiss and make up, listen to love songs, I smile and feel good cause I know that love still work. If not for me at least for the others..."
-Ally Mcbeal-
Sitkom "Friends" ini adalah serial kesayangan gua sepanjang masa. Gak tau kenapa, walopun gua udah mengulang
Sekarang sih, gua hanya nonton "Friends" saat gua merasa bete banget ato sedih banget. Semakin besar perasaan bete ato pun sedih gua, maka semakin banyak serial "Friends" yang gua tonton. Pokoknya gua bakal terus nontonin "Friends" itu sampai gua ngerasa better.
Dan sekarang ini?
Too bad I don't have that much time right now.
Ah...I'm so tired.
Quote of the day :
"Whenever I watch romantic movies, witness couples kiss and make up, listen to love songs, I smile and feel good cause I know that love still work. If not for me at least for the others..."
-Ally Mcbeal-
My Team
Yah...sekarang ini masa koass berakhir sudah dan masa magang pun dimulai.
Gua senang sih memasuki masa magang karena itu berarti selangkah lebih dekat ke cita - cita gua jadi dokter. Tapi di satu sisi sedih juga. Soalnya di magang ini kelompoknya diacak lagi dan gua pun berpisah dengan kelompok koass gua yang sudah bersama - sama menjalani suka duka koass.
Karena masuk di semester ganjil, jadi kelompok koass gua cuma dikit. Hanya 12 orang untuk satu kelompk besar dan 4 orang di kelompok kecil (sistem koass di Unpad agak beda. Biasanya kita terbagi dalam 1 kelompok besar. Kemudian pada saat koass di bagian kecil, kelompok besar ini dipecah menjadi 3. Kelompok besar sendiri hanya berkumpul saat di 4 bagian besar seperti IPD, Bedah, Anak dan Obgyn). Karena cuma sedkit sih, jadi pada dasarnya gua akrab dengan semua anggota kelompok besar gua. Tapi jelas lah gua merasa paling akrab dengan kelompok kecil gua. Karena gua hampir selalu sekelompok dengan mereka di masa koass.
Anyway anggota kelompok kecil gua adalah :
(dari kiri ke kanan)
1. Devi
Well..sebenarnya sih Devi tunangannya Arnaz dan bukan anggota kelompok gua. Tapi berhubung kita gaul bareng Arnaz, yah berarti kita juga gaul bareng Devi dong. Bisa dibilang Devi udah jadi anggota kehormatan kelompok kecil ini.
2. Arnaz
Pria tinggi kurus yang bisa jadi saingannya Aming ini adalah ketua di kelompok kami. Sifatnya yang ikhlas jadi seksi sibuk, rela disuruh - suruh dan bertanggung jawab membuat kami tanpa ragu selalu menunjuknya sebagai ketua. Tapi di balik kualitas topnya itu, Arnaz juga paling "aneh" dan moody. Anehnya karena gak ada yang bisa nebak mood dia dan apa yang bakal dia lakukan kalo moodnya sedang jelek. Dia juga termasuk tipe yang sulit dimengerti. Bahkan ampe sekarang pun gua masih belum bisa mengerti Arnaz sepenuhnya tuh.
Tapi di luar itu, Arnaz adalah teman curhat yang paling bisa dipercaya di kelompok kecil ini. Bahkan gua gak ragu menceritakan masalah keluarga gua ke dia dan begitu pun sebaliknya dengan dia yang gak ragu menceritakan masalah keluarganya ke gua. Dan Arnaz juga satu - satunya teman cowok yang berani nangkring di kamar kost gua sampai jam 2 malam (Rizal aja gak berani). Yah dia bisa secuek itu karena memang kami sepupu sih.
3. Noven
cowok Padang Panjang ini (catet ya, musti Padang Panjang nyebutnya. Klo nyebut Padang doang bisa protes si Noven
) adalah teman dalam berbuat hal "gila". Di kelompok kecil ini, dia yang memiliki taraf kebandelan hampir setingkat gua (masih tinggian gua dong
). Asiknya...ngobrol dengan Noven tuh selalu nyambung. Diajak serius bisa, diajak bercanda oke, dicurhatin pun gak masalah. Bahkan diajak ngomongin hal - hal yang sableng dan gila malah dia nyambung banget. Sama kayak Arnaz, pengetahuan Noven juga luas. Dia juga hobi baca buku jadi bisa ngobrolin soal buku. Dan dia juga hobi makan!!! 
O iya, 1 lagi, dia baik (ya iyalah, klo enggak kan gak mungkin jadi teman)
.Tapi dia tipe teman yang rela berkorban.
4. Malar
Sebagai sesama cewek di kelompok kecil ini, gua punya kedekatan khusus dengan Malar. Sering curhat dan sering diskusi pelajaran bareng. Malar adalah orang yang gua sms 1 malam sebelum ujian pada jam 11 malam dengan isi pesan yang berbunyi :"Malar, gawat nih. Gua baru bangun. Belum belajar sama sekali. Gua harus belajar apa nih?"
Dan biasanya Malar akan memberikan saran mengenai topik mana yang sebaiknya gua baca duluan (hehehe...kebiasaan jelek nih, 1 malam sebelum ujian gua pasti terkapar). Gua juga paling sering diskusiin kasus dengan Malar (lewat sms tentu saja) dan gua rajin banget mengcopy catatan Malar tiap menjelang ujian (secara dia rajin banget mencatat dan gua malah kebalikannya). Dan entah kebetulan ato gak, gua paling sering sekelompok dengan Malar. Bahkan saat kelompok sempat diacak dan gua terpisah dengan Arnaz dan Noven pun gua masih tetap sekelompok dengan Malar.
Sebagai personal, Malar anaknya asyik. Bisa diajak sableng dan diajak ngabur. Dia juga paling care dengan kondisi orang dan paling care kalo diajak curhat. Yah mungkin karena sesama cewek kali ya.
Di sisi lain, sebagai satu - satunya orang Malaysia di tim ini, Malar juga yang punya dunia sendiri dan suka misah sendiri. Jadi kalo kita mau jalan bareng, Malar yang paling jarang bisa ikutan.
Yah...sedih juga sih berpisah dengan mereka. But we've made a promise : Setelah magang nanti, sebelum kita pada berpisah, kita bakal ngumpul lagi dan liburan bareng. Walo belum ada yang punya ide mo pergi kemana.
Thanks ya, Guys. Kalian sudah membuat masa- masa koass menyenangkan dan patut untuk dikenang.
Quote of the day :
"When you first meet people all you notice are the differences between you and them, but as the time passes you start noticing the similarities. I guess that's how all friendships begin."
-Kalifornia-
Gua senang sih memasuki masa magang karena itu berarti selangkah lebih dekat ke cita - cita gua jadi dokter. Tapi di satu sisi sedih juga. Soalnya di magang ini kelompoknya diacak lagi dan gua pun berpisah dengan kelompok koass gua yang sudah bersama - sama menjalani suka duka koass.
Karena masuk di semester ganjil, jadi kelompok koass gua cuma dikit. Hanya 12 orang untuk satu kelompk besar dan 4 orang di kelompok kecil (sistem koass di Unpad agak beda. Biasanya kita terbagi dalam 1 kelompok besar. Kemudian pada saat koass di bagian kecil, kelompok besar ini dipecah menjadi 3. Kelompok besar sendiri hanya berkumpul saat di 4 bagian besar seperti IPD, Bedah, Anak dan Obgyn). Karena cuma sedkit sih, jadi pada dasarnya gua akrab dengan semua anggota kelompok besar gua. Tapi jelas lah gua merasa paling akrab dengan kelompok kecil gua. Karena gua hampir selalu sekelompok dengan mereka di masa koass.
Anyway anggota kelompok kecil gua adalah :
(dari kiri ke kanan)
1. Devi
Well..sebenarnya sih Devi tunangannya Arnaz dan bukan anggota kelompok gua. Tapi berhubung kita gaul bareng Arnaz, yah berarti kita juga gaul bareng Devi dong. Bisa dibilang Devi udah jadi anggota kehormatan kelompok kecil ini.
2. Arnaz
Pria tinggi kurus yang bisa jadi saingannya Aming ini adalah ketua di kelompok kami. Sifatnya yang ikhlas jadi seksi sibuk, rela disuruh - suruh dan bertanggung jawab membuat kami tanpa ragu selalu menunjuknya sebagai ketua. Tapi di balik kualitas topnya itu, Arnaz juga paling "aneh" dan moody. Anehnya karena gak ada yang bisa nebak mood dia dan apa yang bakal dia lakukan kalo moodnya sedang jelek. Dia juga termasuk tipe yang sulit dimengerti. Bahkan ampe sekarang pun gua masih belum bisa mengerti Arnaz sepenuhnya tuh.
Tapi di luar itu, Arnaz adalah teman curhat yang paling bisa dipercaya di kelompok kecil ini. Bahkan gua gak ragu menceritakan masalah keluarga gua ke dia dan begitu pun sebaliknya dengan dia yang gak ragu menceritakan masalah keluarganya ke gua. Dan Arnaz juga satu - satunya teman cowok yang berani nangkring di kamar kost gua sampai jam 2 malam (Rizal aja gak berani). Yah dia bisa secuek itu karena memang kami sepupu sih.
3. Noven
cowok Padang Panjang ini (catet ya, musti Padang Panjang nyebutnya. Klo nyebut Padang doang bisa protes si Noven
O iya, 1 lagi, dia baik (ya iyalah, klo enggak kan gak mungkin jadi teman)
4. Malar
Sebagai sesama cewek di kelompok kecil ini, gua punya kedekatan khusus dengan Malar. Sering curhat dan sering diskusi pelajaran bareng. Malar adalah orang yang gua sms 1 malam sebelum ujian pada jam 11 malam dengan isi pesan yang berbunyi :"Malar, gawat nih. Gua baru bangun. Belum belajar sama sekali. Gua harus belajar apa nih?"
Sebagai personal, Malar anaknya asyik. Bisa diajak sableng dan diajak ngabur. Dia juga paling care dengan kondisi orang dan paling care kalo diajak curhat. Yah mungkin karena sesama cewek kali ya.
Di sisi lain, sebagai satu - satunya orang Malaysia di tim ini, Malar juga yang punya dunia sendiri dan suka misah sendiri. Jadi kalo kita mau jalan bareng, Malar yang paling jarang bisa ikutan.
Yah...sedih juga sih berpisah dengan mereka. But we've made a promise : Setelah magang nanti, sebelum kita pada berpisah, kita bakal ngumpul lagi dan liburan bareng. Walo belum ada yang punya ide mo pergi kemana.
Thanks ya, Guys. Kalian sudah membuat masa- masa koass menyenangkan dan patut untuk dikenang.
Quote of the day :
"When you first meet people all you notice are the differences between you and them, but as the time passes you start noticing the similarities. I guess that's how all friendships begin."
-Kalifornia-
Love Is...
A group of professional people posed this question to a group of 4 to 8 year-olds,
"What does love mean?"
The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined.
See what you think:
"When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore.
So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That's love."
Rebecca- age 8 (sweet)
------------ --------- --------- ---
"When someone loves you, the way they say your name is different.
You just know that your name is safe in their mouth."
Billy - age 4
------------ --------- --------- ---
"Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other."
Karl - age 5
------------ --------- --------- ---
"Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs."
Chrissy - age 6
------------ --------- --------- ---
"Love is what makes you smile when you're tired."
Terri - age 4
------------ --------- --------- ---
"Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK."
Danny - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more.
My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss"
Emily - age 8
------------ --------- --------- ---
"Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen."
Bobby - age 7 (Wow!)
------------ --------- --------- ---
"If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,"
Nikka - age 6
(we need a few million more Nikka's on this planet)
------------ --------- --------- ---
"Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday."
Noelle - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well."
Tommy - age 6
------------ --------- --------- ---
"During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He was the only one doing that. I wasn't scared anymore."
Cindy - age 8
------------ --------- --------- ---
"My mommy loves me more than anybody . You don't see anyone else kissing me to sleep at night."
Clare - age 6
------------ --------- --------- ---
"Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken."
Elaine-age 5
------------ --------- --------- ---
"Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Brad Pitt."
Chris - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day."
Mary Ann - age 4
------------ --------- --------- ---
"I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones."
Lauren - age 4
------------ --------- --------- ---
"When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you."
Karen - age 7 (wow!!!)
------------ --------- --------- ---
"You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget."
Jessica - age 8
"What does love mean?"
The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined.
See what you think:
"When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore.
So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That's love."
Rebecca- age 8 (sweet)
------------ --------- --------- ---
"When someone loves you, the way they say your name is different.
You just know that your name is safe in their mouth."
Billy - age 4
------------ --------- --------- ---
"Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other."
Karl - age 5
------------ --------- --------- ---
"Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs."
Chrissy - age 6
------------ --------- --------- ---
"Love is what makes you smile when you're tired."
Terri - age 4
------------ --------- --------- ---
"Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK."
Danny - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more.
My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss"
Emily - age 8
------------ --------- --------- ---
"Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen."
Bobby - age 7 (Wow!)
------------ --------- --------- ---
"If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,"
Nikka - age 6
(we need a few million more Nikka's on this planet)
------------ --------- --------- ---
"Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday."
Noelle - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well."
Tommy - age 6
------------ --------- --------- ---
"During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He was the only one doing that. I wasn't scared anymore."
Cindy - age 8
------------ --------- --------- ---
"My mommy loves me more than anybody . You don't see anyone else kissing me to sleep at night."
Clare - age 6
------------ --------- --------- ---
"Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken."
Elaine-age 5
------------ --------- --------- ---
"Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Brad Pitt."
Chris - age 7
------------ --------- --------- ---
"Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day."
Mary Ann - age 4
------------ --------- --------- ---
"I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones."
Lauren - age 4
------------ --------- --------- ---
"When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you."
Karen - age 7 (wow!!!)
------------ --------- --------- ---
"You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget."
Jessica - age 8
Subscribe to:
Posts (Atom)
