SELAMAT TODIQ!!!!
hehehe...berhubung gua dilarang post di WG, jadi gua post disini aja deh.
Selamat ya, cess. Akhirnya...perjuangan berbulan - bulan ini ada hasilnya juga.
Sa tunggu fotomu bertoga nah ! :D
Monday, August 29, 2005
Tuesday, August 23, 2005
PMR
Pengantar Minum Racun (PMR)
Neng ayo neng, ayo main pacar - pacaran
Neng ayo neng, ayo main pacar - pacaran
Daripada pacar beneran pikiran pusing tidak keruan
Kumpul kebo ya cuma kebo - keboan
(PMR - Judul judulan)
Familiar sama lagu diatas gak? Jaman dulu, sekitar akhir 80an - awal 90an nih lagu terkenal banget. Trus accidentaly gua nemu mp3nya 1 album full di salah satu web internet (lupa dimana).
Berhubung dulu gua demen banget sama PMR (padahal waktu PMR lg ngetop2nya, gua masih kecil lho! Belum masup SD malah) so tanpa basa basi dan malu - malu gua download dong itu lagu.
Dan gua jadi addict banget sama lagu-lagunya PMR. Omigod! Lucu - lucu banget sih syairnya. Gak bosen didengerin dan diulang - ulang. Apalagi kala stress ujian.
Biasanya gua tuh klo ujian suka muter lagu yang lucu - lucu macam lagunya Project pop, P Project ato pun PHB. But sejak nemu PMR, yeah lagu ini mulu lah yg gua puter.
Yang, hujan turun lagi
Angkatin jemuran yang kau cuci
Yang panas datang lagi
Jemur pakaian yang kau angkat tadi
Kalau hujan lagi, engkau angkat lagi
Sebaiknya engkau bakar di api
(PMR - Antara Cinta dan Dusta)
Hum...musik PMR nih genrenya apa ya? Orkes dangdut kali ya? Tapi dia juga suka parodiin lagu - lagu yang terkenal (tentu saja yg terkenal di jamannya mereka) macam lagu Antara Benci dan Rindu ato Jamillah.
Yah pokoknya gua demen banget deh sama PMR sekarang ini. Saking semangatnya ampe nyebarin virus nih lagu kemana - mana (yang biasanya berakhir gagal karena dianggap selera gua nih so old style). Ada yang berminat gak? Gua baek nih mo bagi bagi mp3nya. Gratis dah asal masih di pulau Jawa. :D
Neng ayo neng, ayo main pacar - pacaran
Neng ayo neng, ayo main pacar - pacaran
Daripada pacar beneran pikiran pusing tidak keruan
Kumpul kebo ya cuma kebo - keboan
(PMR - Judul judulan)
Familiar sama lagu diatas gak? Jaman dulu, sekitar akhir 80an - awal 90an nih lagu terkenal banget. Trus accidentaly gua nemu mp3nya 1 album full di salah satu web internet (lupa dimana).
Berhubung dulu gua demen banget sama PMR (padahal waktu PMR lg ngetop2nya, gua masih kecil lho! Belum masup SD malah) so tanpa basa basi dan malu - malu gua download dong itu lagu.
Dan gua jadi addict banget sama lagu-lagunya PMR. Omigod! Lucu - lucu banget sih syairnya. Gak bosen didengerin dan diulang - ulang. Apalagi kala stress ujian.
Biasanya gua tuh klo ujian suka muter lagu yang lucu - lucu macam lagunya Project pop, P Project ato pun PHB. But sejak nemu PMR, yeah lagu ini mulu lah yg gua puter.
Yang, hujan turun lagi
Angkatin jemuran yang kau cuci
Yang panas datang lagi
Jemur pakaian yang kau angkat tadi
Kalau hujan lagi, engkau angkat lagi
Sebaiknya engkau bakar di api
(PMR - Antara Cinta dan Dusta)
Hum...musik PMR nih genrenya apa ya? Orkes dangdut kali ya? Tapi dia juga suka parodiin lagu - lagu yang terkenal (tentu saja yg terkenal di jamannya mereka) macam lagu Antara Benci dan Rindu ato Jamillah.
Yah pokoknya gua demen banget deh sama PMR sekarang ini. Saking semangatnya ampe nyebarin virus nih lagu kemana - mana (yang biasanya berakhir gagal karena dianggap selera gua nih so old style). Ada yang berminat gak? Gua baek nih mo bagi bagi mp3nya. Gratis dah asal masih di pulau Jawa. :D
Sunday, August 21, 2005
stress
Have you ever felt some kind of emptiness inside
but to those people you must be strong, can't show them that you're weak
Have you ever told someone something that's far from the truth
just to let them know that you're okay
Just to make them stop wondering & questioning you
Have ever said that you're okay but inside you fell messed up
Have you ever seen your face in a mirror, there's a smile there
But inside you feel far from good
Still you need to hide, 'cos they'd never understand
Have you ever had this wish, of being somewhere else
To let go of your disguise & all your worries too
So that you could see things clear
I've had it all and the only thing I wanna do now is being somewhere else Or
that I could close my eyes and
at the time I wake up, all my worries has gone.
How I wish that I could be someone else or that I could turn back time
But deep in my heart
Still I believe there would come a day when I could think about
these times, these days with a smile and laugh about it.
Hope that day would come soon
[i] curhatan orang frustasi[/i]
but to those people you must be strong, can't show them that you're weak
Have you ever told someone something that's far from the truth
just to let them know that you're okay
Just to make them stop wondering & questioning you
Have ever said that you're okay but inside you fell messed up
Have you ever seen your face in a mirror, there's a smile there
But inside you feel far from good
Still you need to hide, 'cos they'd never understand
Have you ever had this wish, of being somewhere else
To let go of your disguise & all your worries too
So that you could see things clear
I've had it all and the only thing I wanna do now is being somewhere else Or
that I could close my eyes and
at the time I wake up, all my worries has gone.
How I wish that I could be someone else or that I could turn back time
But deep in my heart
Still I believe there would come a day when I could think about
these times, these days with a smile and laugh about it.
Hope that day would come soon
[i] curhatan orang frustasi[/i]
Wednesday, August 17, 2005
PPKN
"Bila kamu menemukan sebuah dompet tergeletak di jalan, apa yang akan kamu lakukan?"
a. mengambil isinya
b. menyerahkannya kepada polisi
c. membiarkannya saja
Familiar dengan pertanyaan di atas gak?Kayaknya hampir semua anak SD kelas 1 pernah dapat soal ujian yang setipe - tipe itu deh di pelajaran PPKN.Kalo menurut etika dan ajaran guru sih jawaban yang benar itu B. Tapi kalo mengikuti suara hati, masak iya jawabannya B? Umumnya orang akan memilih tindakan C ato malah A.
Sebagai murid yang baik, teman - teman gua sih pada milih jawaban B. awal - awal juga gua gitu. Tapi lama - kelamaan gua ngerasa gak rela juga. Serasa bukan gua aja gitu lho. Akhirnya gua pun beralih ke jawaban C. Sebodo deh mo dianggap ga peka ato kurang moralnya.
Dan seperti yang udah bisa diduga, jawaban gua dianggap salah. Gua protes donk! Gak rela diperlakukan gak adil.
Gua : "Maaf Bu, tapi menurut saya jawaban saya ini nggak salah. Pertanyaannya kan apa yang akan saya lakukan. Menurut saya, tindakan ini yang akan saya lakukan. Saya gak bakal menyerahkan dompet itu ke polisi. Lain masalahnya kalo pertanyaannya adalah apa yang sebaiknya saya lakukan. Kalo kayak gitu, saya juga bakal jawab B."
Bu Guru : "Kalau begitu kamu tahu dong kalau jawaban kamu itu salah."
Gua : "Maaf, Bu. Saya berpendapat jawaban saya benar. Pertanyaannya yang salah kalimat. Mungkin Ibu menganggap saya kurang peka tapi seenggaknya saya jujur.
Seperti yang udah bisa diduga, protes gua tuh gagal. Tetap aja jawaban gua gak bisa dianggap benar. Tapi bukan gua kalo nyerah gitu aja. Gua tetap berkeras jawab dengan versi gua sendiri selama pertanyaannya tetap : "Apa yang akan kamu lakukan" dan bukannya "Apa yang sebaiknya kamu lakukan".
Buntut dari persaingan gak guna ini adalah ortu gua dipanggil dan bu guru mengeluhkan pendirian gua yang keras. Bagusnya depan Bu guru, ortu sih ngebelain gua. Mereka juga sependapat kalo gua cuma bersikap jujur walo mereka juga menyalahkan kecuekan gua.
Oh well...that's ME! :>
a. mengambil isinya
b. menyerahkannya kepada polisi
c. membiarkannya saja
Familiar dengan pertanyaan di atas gak?Kayaknya hampir semua anak SD kelas 1 pernah dapat soal ujian yang setipe - tipe itu deh di pelajaran PPKN.Kalo menurut etika dan ajaran guru sih jawaban yang benar itu B. Tapi kalo mengikuti suara hati, masak iya jawabannya B? Umumnya orang akan memilih tindakan C ato malah A.
Sebagai murid yang baik, teman - teman gua sih pada milih jawaban B. awal - awal juga gua gitu. Tapi lama - kelamaan gua ngerasa gak rela juga. Serasa bukan gua aja gitu lho. Akhirnya gua pun beralih ke jawaban C. Sebodo deh mo dianggap ga peka ato kurang moralnya.
Dan seperti yang udah bisa diduga, jawaban gua dianggap salah. Gua protes donk! Gak rela diperlakukan gak adil.
Gua : "Maaf Bu, tapi menurut saya jawaban saya ini nggak salah. Pertanyaannya kan apa yang akan saya lakukan. Menurut saya, tindakan ini yang akan saya lakukan. Saya gak bakal menyerahkan dompet itu ke polisi. Lain masalahnya kalo pertanyaannya adalah apa yang sebaiknya saya lakukan. Kalo kayak gitu, saya juga bakal jawab B."
Bu Guru : "Kalau begitu kamu tahu dong kalau jawaban kamu itu salah."
Gua : "Maaf, Bu. Saya berpendapat jawaban saya benar. Pertanyaannya yang salah kalimat. Mungkin Ibu menganggap saya kurang peka tapi seenggaknya saya jujur.
Seperti yang udah bisa diduga, protes gua tuh gagal. Tetap aja jawaban gua gak bisa dianggap benar. Tapi bukan gua kalo nyerah gitu aja. Gua tetap berkeras jawab dengan versi gua sendiri selama pertanyaannya tetap : "Apa yang akan kamu lakukan" dan bukannya "Apa yang sebaiknya kamu lakukan".
Buntut dari persaingan gak guna ini adalah ortu gua dipanggil dan bu guru mengeluhkan pendirian gua yang keras. Bagusnya depan Bu guru, ortu sih ngebelain gua. Mereka juga sependapat kalo gua cuma bersikap jujur walo mereka juga menyalahkan kecuekan gua.
Oh well...that's ME! :>
Wednesday, June 8, 2005
Tutup!
Blog Ditutup Dulu!
Buat sebulan ke depan, gua gak bakal posting blog deh.
Setelah mengalami ke-bete-an di minggu yg lalu gara-gara kompie diformat ulang, sekarang gua lagi giat mengisi HD. Jadi saban buka komputer , bawannya dunlotin data dan bukannya ngetik-ngetik notepad.
Udah gitu, 2 minggu lagi bakal ujia. Jadi makin selamat tinggal buat blog.
Entar ya di bulan depan klo gak sibuk, bakal dipost lagi.
Udah kangen juga sih posting blog :)
Buat sebulan ke depan, gua gak bakal posting blog deh.
Setelah mengalami ke-bete-an di minggu yg lalu gara-gara kompie diformat ulang, sekarang gua lagi giat mengisi HD. Jadi saban buka komputer , bawannya dunlotin data dan bukannya ngetik-ngetik notepad.
Udah gitu, 2 minggu lagi bakal ujia. Jadi makin selamat tinggal buat blog.
Entar ya di bulan depan klo gak sibuk, bakal dipost lagi.
Udah kangen juga sih posting blog :)
Tuesday, May 17, 2005
My Friend, ing
ING!
"Ah...lu tuh lagak aja segala mo kasi rizal ke ing lah,ke sapalah. Padahal lu juga tau rizal gak bakal mau. Makanya lu nyante aja kan?"
Yang di atas itu kalimatnya Mala, dan gua gak bisa ngebantah.
Selama ini, gua selalu tenang aja walo ngeliat banyaknya cewek di sekitar Rizal, bahkan di saat qta long distance.
Karena sama - sama kuliah merantau, wiwid dan zal jadi akrab banget. Sering wiwid nginap di tempat Rizal dan sebaliknya. Tapi tetap aja gua nyante, sementara orang lain justru cemas liatnya. Gua juga sama sekali gak jealous walo di samping dia ada Cindy yang jelas-jelas pernah kasi tantangan terbuka ke gua padahal teman - teman Zal macam Charlie ato Tay justru risih liatnya.
Gua bisa yakin gitu bukan karena gua percaya sama "pesona" gua (caila...pesona
), juga bukan karena gua yakin dengan besarnya cinta apalagi kesetiaan dia. Tapi karena gua sangat mengenal Rizal dan karenanya gua tahu banget tipe cewek yang dia mau. Selama ini sih gua liat gak ada tuh cewek yang bisa jadi ancaman, bahkan Cindy yang katanya paket lengkap sekali pun
.
Tapi...itu DULU! Sekarang ini ada 1 cewek yang bisa membuat gua khawatir. Tak lain tak bukan, temen dekat gua sendiri : ING!
Aneh ya, padahal Ing dan Rizal gak saling kenal, ketemu pun belum pernah. Tapi gua tahu aja, seandainya Rizal dan Ing ketemu duluan, kemungkinan besar Ing-lah yang ada di posisi gua sekarang (dengan anggapan Ing mau sama Rizal tentunya)
.
Soalnya Ing begitu mirip sama gua (di masa pra Rizal) sekaligus berbeda. Miripnya, kita sama - sama Scorpio, sama - sama tertutup, berahasia dan...tahan gengsi. Tapi bedanya, Ing jaaaauuuhhh lebih tertutup, jaaauuhh lebih berahasia dan jaaauuhh lebih nyebelin.
Yang artinya, Rizal juga bakal jaaaauuhh lebih penasaran dan tertarik sama dia. Emang udah sifat Rizal sih mengejar sesuatu yang bikin dia penasaran dan hard to get. Dan Ing tentulah tipe yang hard to get. Sekarang aja Rizal lebih tertarik dengar cerita tentang Ing daripada anak lainnya. Dia sering bilang : "Tuh anak bikin penasaran ya kalo denger dari cerita loe. Bikin sebel!"
Mungkin, itu juga yang bikin gua males kenalin Rizal ke teman - teman kuliah gua. Karena gua tahu, one thing lead to another. Kenalin Rizal ke Oline aja misalnya, berarti bakal merembet ke Anna, Mala, dan akhirnya Ing. Gua tahu sih kalo mereka ampe ketemu gak lantas mereka langsung tertarik.
Karena 2 alasan :
1. Ing bukan tipe yang makan teman
2. Emang Rizal sebagus apa sih ampe Ing bisa suka? Gak sehebat itulah.
Jadi disini, bukan Ing yang gua ragukan tapi justru Rizal-nya
.
Tapi...tetep aja gua gak mau, karena yang penting disini (buat gua) bukan gimana perasaan Ing, tapi gimana perasaan Rizal.
Hehehe...kesannya gua gak percaya sama Rizal ya?
Mungkin emang gitu, tapi gua cuma mau mencegah kemungkinan kok.
Egois? Hum...emang iya sih.
PS : Ing, kalo loe baca ini, jangan ngerasa jumawa, apalagi marah sama gua ya. Please! Gua cuma jujur kok.
. Maap.
"Ah...lu tuh lagak aja segala mo kasi rizal ke ing lah,ke sapalah. Padahal lu juga tau rizal gak bakal mau. Makanya lu nyante aja kan?"
Yang di atas itu kalimatnya Mala, dan gua gak bisa ngebantah.
Karena sama - sama kuliah merantau, wiwid dan zal jadi akrab banget. Sering wiwid nginap di tempat Rizal dan sebaliknya. Tapi tetap aja gua nyante, sementara orang lain justru cemas liatnya. Gua juga sama sekali gak jealous walo di samping dia ada Cindy yang jelas-jelas pernah kasi tantangan terbuka ke gua padahal teman - teman Zal macam Charlie ato Tay justru risih liatnya.
Gua bisa yakin gitu bukan karena gua percaya sama "pesona" gua (caila...pesona
Tapi...itu DULU! Sekarang ini ada 1 cewek yang bisa membuat gua khawatir. Tak lain tak bukan, temen dekat gua sendiri : ING!
Aneh ya, padahal Ing dan Rizal gak saling kenal, ketemu pun belum pernah. Tapi gua tahu aja, seandainya Rizal dan Ing ketemu duluan, kemungkinan besar Ing-lah yang ada di posisi gua sekarang (dengan anggapan Ing mau sama Rizal tentunya)
Soalnya Ing begitu mirip sama gua (di masa pra Rizal) sekaligus berbeda. Miripnya, kita sama - sama Scorpio, sama - sama tertutup, berahasia dan...tahan gengsi. Tapi bedanya, Ing jaaaauuuhhh lebih tertutup, jaaauuhh lebih berahasia dan jaaauuhh lebih nyebelin.
Yang artinya, Rizal juga bakal jaaaauuhh lebih penasaran dan tertarik sama dia. Emang udah sifat Rizal sih mengejar sesuatu yang bikin dia penasaran dan hard to get. Dan Ing tentulah tipe yang hard to get. Sekarang aja Rizal lebih tertarik dengar cerita tentang Ing daripada anak lainnya. Dia sering bilang : "Tuh anak bikin penasaran ya kalo denger dari cerita loe. Bikin sebel!"
Mungkin, itu juga yang bikin gua males kenalin Rizal ke teman - teman kuliah gua. Karena gua tahu, one thing lead to another. Kenalin Rizal ke Oline aja misalnya, berarti bakal merembet ke Anna, Mala, dan akhirnya Ing. Gua tahu sih kalo mereka ampe ketemu gak lantas mereka langsung tertarik.
Karena 2 alasan :
1. Ing bukan tipe yang makan teman
2. Emang Rizal sebagus apa sih ampe Ing bisa suka? Gak sehebat itulah.
Jadi disini, bukan Ing yang gua ragukan tapi justru Rizal-nya
Tapi...tetep aja gua gak mau, karena yang penting disini (buat gua) bukan gimana perasaan Ing, tapi gimana perasaan Rizal.
Hehehe...kesannya gua gak percaya sama Rizal ya?
Mungkin emang gitu, tapi gua cuma mau mencegah kemungkinan kok.
Egois? Hum...emang iya sih.
PS : Ing, kalo loe baca ini, jangan ngerasa jumawa, apalagi marah sama gua ya. Please! Gua cuma jujur kok.
Thursday, May 5, 2005
Met Ultah Kak In
Happy Birthday Dear Brother!!!
Cowok yang satu ini adalah abang gua yang cuma satu. Gua biasa manggil dia Kak In. Berhubung usia kita cuma beda 2 tahun, maka kita pun jadi dekat. Sejak kecil, kakak gua ini selalu jadi teman main maupun protector yang setia.
Yup, sifat abang gua yang berkesan banget emang sifat protective-nya itu sih. Kadang, dia bahkan lebih keras dari bokap.
Waktu kecil dulu kan gua suka berantem tuh, dan pasti abang gua gak bakal diem kalo tau ada yang berani gangguin adeknya. Bahkan setelah kita gede dan bisa jaga diri sendiri pun sifat itu gak ilang. Pernah nih, ceritanya Risma mo ngambil barangnya yang dititpkan di Gramed. Gak tau kenapa, tuh mas iseng banget. Dia belagak gak mau ngasi tasnya Risma. Gua yang ngeliat kejadian dari jauh udah sebel aja, tp sebelum gua bertindak, tahu - tahu abang gua udah muncul depan tuh mas dan menatap dengan seramnya (fisiknya gede sih, jadi udah bikin orang jiper duluan) dan si mas pun sambil nunduk minta maaf langsung hasi tas Risma.
Yang asik, sifat protective nya itu juga didukung dengan rasa bertanggung jawab. Maksudnya, responsibility buat adeknya. Jadi klo gua do something naughty dan ortu dipanggil, yang datang dan nyelesaiin masalah bukan ortu gua tapi yah si dear bro ini. Dan biasanya masalah pun selesai tanpa perlu melibatkan ortu (they don't even know). Emang sih, setelahnya gua bakal ditegur dan kadang dimarahin ama dia. Dan sejujurnya, dimarahin ama Kak In kadang lebih nyebelin daripada dimarahin Bokap, karena Kak In gak mempan dikasi muka melas (beda ama Bokap, liat muka melas langsung luluh). Tapi tetep aja gua lebih milih ditegur ama Kak In daripada ama Bokap (soalnya gak mo ngecewain ortu sih).
Biar kata protective, abang gua juga jahiiilll banget. Sumpah deh, kejahilannya itu selalu aja bikin sebel. Thanx God, gua jarang banget jadi korban keisengannya. Soalnya gua gak demen teriak sih kalo kaget. Beda sama Risma yang kalo diisengin ama Kak In langsung teriak, menjerit dan kemudian lari ngejar abang gua. Bisa kebayang gimana ramenya suasana rumah dengan pemandangan Kak In yang badannya segede amit lari - lari di sekitar rumah di dibelakangnya Risma ngejar dengan penuh semangat sambil teriak - teriak?
Sementara kalo gua yang diisengin, paling gua cuma melirik sebal dan ngomong :"Rese ah loe!"
Makanya Kak In bilang, gua gak enak dikerjain. Gak ada efek histerisnya. Tapi biar kata bukan gua yang diisengin, gua juga ngerasa terganggu sih. Soalnya gua paling gak nahan denger teriakan Risma. Adek gua yang satu itu punya suara yang nyaring bahkan kalo dia bicara dalam nada biasa, nah coba bayangin gimana melengkingnya itu suara kalo udah teriak. Pula, gua suka geli sendiri ngeliat mereka kejar - kejaran di sekeliling rumah. Suka salut juga sih ngeliat abang gua yang badannya segede itu lincah banget menghindari Risma.
Oh ya lupa bilang, Kak In ini juga anak mami.Di rumah gua emang ada aturan gak tertulis, yang cowok anak mami sementara yang cewek ya si anak papi. Jadi kalo lagi dikejar Risma, dia suka lari berlindung ke belakang mami. Kebayang gak sih, Kak In yang badannya jauh lebih gede dari nyokap berbuat kayak gitu?Ortu gua sih udah pasrah aja ngeliat kelakuan minus 2 anaknya itu dan biasanya udah malas memihak.
Di luar sifat jahilnya, Kak In juga punya sifat supel (swear dah, temennya dimana - mana ada), periang, demen ngelawak (kadang gua pikir dia lebih cocok jadi pelawak daripada dokter) dan disenangi anak kecil. Satu lagi, gua suka bingung ama sifatnya menyangkut duit. Kadang pelit banget, tapi kadang royal banget. Dia emang orang Taurus sih dan katanya Taurus itu pada dasarnya penuh pertimbangan dalam ngeluarin duit tapi royal buat orang yang dia sayang. Terbukti dari bokap sih. Kalo mo beli sesuatu bokap suka mikir begruna ato enggaknya, tapi kalo anaknya yang minta pasti langsung dibeliin. Dia gak mandang lagi deh berguna ato enggak. Kalo abang gua ini aneh deh. Kadang pelit banget, minta cokelat simpanannya aja gak mau. Tapi...gak jarang juga dia tiba - tiba pulang ke rumah dengan sejumlah oleh - oleh buat orang serumah. Simple aja sih, kadang cuma Kebab Doner ato pizza ato malah martabak. Tapi kalo diingat penghuni rumah gua yang bisa nyampe 14 orang dan masing2 dapat jatah, lumayan gede kan pengeluarannya? Pernah dia bikin kita kompak terharu waktu dia bawain gua boneka Tazmania yang tingginya hampir 1m, trus si Risma boneka Tweety yang juga sama tinggi dengan Tazmania, baju Batman buat Dimas dan barang lain buat penghuni rumah yang lain. Waktu ditanya dia kesambet apa, dia jawab : "Ah enggak, gua kangen aja ama loe semua. Pas kebetulan lewat depan tokonya WB, ya udah aja sekalian beli." Ooohhh....mengharukan!!!
Hari ini my dear Bro ultah yang ke-25. Kira - kira sejak beberapa bulan lalu, dia udah ribut aja mo ngelakuin sesuatu yang seru before 25.
Percakapan yang terjadi antara gua dan dia ini dilakukan lewat hp some months ago.
Kak In : Gua pengen ngelakuin sesuatuyang memorable nih sebelum 25.
Gua : Contohnya?
Kak In : Err...beli kondo di daerah Fifth Avenue?
Gua : Ada impian yang lebih real dikit gak?
Kak In : Mendaki Mt.Everest?
Gua : Impian yang lebih masuk akal dikit donk!
KAk In : Pacaran sama Britney Spears?
Gua : Impian yang lebih tahu diri, please!
Kak In : Ikut reality show aja gimana?
Gua : Gimana kalo dating sama wadam ? (soalnya abang gua phobia banget sama yg 1 itu)
Kak In : Emoh ah! Ikut Idol show aja!
Gua : Oke! Go on! (gua mendukung soalnya tahu kualitas suara Kak In emang di atas rata-rata)
Sayangnya, karena terjadi banyak hal , dia gak sempat mewujudkan niat mulianya itu. Pas di hari ultahnya yang ke-25, dia berjanji mo ngelakuin sesuatu yang berarti sebelum usia 25 ini habis. So percakapan ini terjadi waktu kita sekeluarga lagi ngerayain ultahnya di Guadaliva sambil nyeruput orange juice.
Gua : Mo ngapain donk sekarang?
Kak In : Lulus jadi dokter
Gua : Yee...Gak seru. Nah kalo gagal?
Kak In : Hehehe...melepas keperjakaan deh!
Gua : Yee...keenakan situ donk! * tiba - tiba dapat ide* Eh bagus tuh. Tapi sama wadam ya?
Kak In : (melirik keki) Loe demen sih nyuruh gua ama yang 1 itu? Ogah Ah!
Gua : Paling enggak dating deh! Ayolah! Wadamnya gua pilih yang baik deh. Temen gua juga. Ayo donk! I bet you! (ciri lain Kak In, dia paling gak tahan sama tantangan, just like me!)
Kak In : Oke! Kalo gua gak lulus di umur ini, gua ikutin mau loe.
Horeeeeeeeeeee!!!! Akhirnya dia mau juga, dan kita pun langsung toss pake orange juice.
Cowok yang satu ini adalah abang gua yang cuma satu. Gua biasa manggil dia Kak In. Berhubung usia kita cuma beda 2 tahun, maka kita pun jadi dekat. Sejak kecil, kakak gua ini selalu jadi teman main maupun protector yang setia.
Yup, sifat abang gua yang berkesan banget emang sifat protective-nya itu sih. Kadang, dia bahkan lebih keras dari bokap.
Waktu kecil dulu kan gua suka berantem tuh, dan pasti abang gua gak bakal diem kalo tau ada yang berani gangguin adeknya. Bahkan setelah kita gede dan bisa jaga diri sendiri pun sifat itu gak ilang. Pernah nih, ceritanya Risma mo ngambil barangnya yang dititpkan di Gramed. Gak tau kenapa, tuh mas iseng banget. Dia belagak gak mau ngasi tasnya Risma. Gua yang ngeliat kejadian dari jauh udah sebel aja, tp sebelum gua bertindak, tahu - tahu abang gua udah muncul depan tuh mas dan menatap dengan seramnya (fisiknya gede sih, jadi udah bikin orang jiper duluan) dan si mas pun sambil nunduk minta maaf langsung hasi tas Risma.
Yang asik, sifat protective nya itu juga didukung dengan rasa bertanggung jawab. Maksudnya, responsibility buat adeknya. Jadi klo gua do something naughty dan ortu dipanggil, yang datang dan nyelesaiin masalah bukan ortu gua tapi yah si dear bro ini. Dan biasanya masalah pun selesai tanpa perlu melibatkan ortu (they don't even know). Emang sih, setelahnya gua bakal ditegur dan kadang dimarahin ama dia. Dan sejujurnya, dimarahin ama Kak In kadang lebih nyebelin daripada dimarahin Bokap, karena Kak In gak mempan dikasi muka melas (beda ama Bokap, liat muka melas langsung luluh). Tapi tetep aja gua lebih milih ditegur ama Kak In daripada ama Bokap (soalnya gak mo ngecewain ortu sih).
Biar kata protective, abang gua juga jahiiilll banget. Sumpah deh, kejahilannya itu selalu aja bikin sebel. Thanx God, gua jarang banget jadi korban keisengannya. Soalnya gua gak demen teriak sih kalo kaget. Beda sama Risma yang kalo diisengin ama Kak In langsung teriak, menjerit dan kemudian lari ngejar abang gua. Bisa kebayang gimana ramenya suasana rumah dengan pemandangan Kak In yang badannya segede amit lari - lari di sekitar rumah di dibelakangnya Risma ngejar dengan penuh semangat sambil teriak - teriak?
Sementara kalo gua yang diisengin, paling gua cuma melirik sebal dan ngomong :"Rese ah loe!"
Makanya Kak In bilang, gua gak enak dikerjain. Gak ada efek histerisnya. Tapi biar kata bukan gua yang diisengin, gua juga ngerasa terganggu sih. Soalnya gua paling gak nahan denger teriakan Risma. Adek gua yang satu itu punya suara yang nyaring bahkan kalo dia bicara dalam nada biasa, nah coba bayangin gimana melengkingnya itu suara kalo udah teriak. Pula, gua suka geli sendiri ngeliat mereka kejar - kejaran di sekeliling rumah. Suka salut juga sih ngeliat abang gua yang badannya segede itu lincah banget menghindari Risma.
Oh ya lupa bilang, Kak In ini juga anak mami.Di rumah gua emang ada aturan gak tertulis, yang cowok anak mami sementara yang cewek ya si anak papi. Jadi kalo lagi dikejar Risma, dia suka lari berlindung ke belakang mami. Kebayang gak sih, Kak In yang badannya jauh lebih gede dari nyokap berbuat kayak gitu?Ortu gua sih udah pasrah aja ngeliat kelakuan minus 2 anaknya itu dan biasanya udah malas memihak.
Di luar sifat jahilnya, Kak In juga punya sifat supel (swear dah, temennya dimana - mana ada), periang, demen ngelawak (kadang gua pikir dia lebih cocok jadi pelawak daripada dokter) dan disenangi anak kecil. Satu lagi, gua suka bingung ama sifatnya menyangkut duit. Kadang pelit banget, tapi kadang royal banget. Dia emang orang Taurus sih dan katanya Taurus itu pada dasarnya penuh pertimbangan dalam ngeluarin duit tapi royal buat orang yang dia sayang. Terbukti dari bokap sih. Kalo mo beli sesuatu bokap suka mikir begruna ato enggaknya, tapi kalo anaknya yang minta pasti langsung dibeliin. Dia gak mandang lagi deh berguna ato enggak. Kalo abang gua ini aneh deh. Kadang pelit banget, minta cokelat simpanannya aja gak mau. Tapi...gak jarang juga dia tiba - tiba pulang ke rumah dengan sejumlah oleh - oleh buat orang serumah. Simple aja sih, kadang cuma Kebab Doner ato pizza ato malah martabak. Tapi kalo diingat penghuni rumah gua yang bisa nyampe 14 orang dan masing2 dapat jatah, lumayan gede kan pengeluarannya? Pernah dia bikin kita kompak terharu waktu dia bawain gua boneka Tazmania yang tingginya hampir 1m, trus si Risma boneka Tweety yang juga sama tinggi dengan Tazmania, baju Batman buat Dimas dan barang lain buat penghuni rumah yang lain. Waktu ditanya dia kesambet apa, dia jawab : "Ah enggak, gua kangen aja ama loe semua. Pas kebetulan lewat depan tokonya WB, ya udah aja sekalian beli." Ooohhh....mengharukan!!!
Hari ini my dear Bro ultah yang ke-25. Kira - kira sejak beberapa bulan lalu, dia udah ribut aja mo ngelakuin sesuatu yang seru before 25.
Percakapan yang terjadi antara gua dan dia ini dilakukan lewat hp some months ago.
Kak In : Gua pengen ngelakuin sesuatuyang memorable nih sebelum 25.
Gua : Contohnya?
Kak In : Err...beli kondo di daerah Fifth Avenue?
Gua : Ada impian yang lebih real dikit gak?
Kak In : Mendaki Mt.Everest?
Gua : Impian yang lebih masuk akal dikit donk!
KAk In : Pacaran sama Britney Spears?
Gua : Impian yang lebih tahu diri, please!
Kak In : Ikut reality show aja gimana?
Gua : Gimana kalo dating sama wadam ? (soalnya abang gua phobia banget sama yg 1 itu)
Kak In : Emoh ah! Ikut Idol show aja!
Gua : Oke! Go on! (gua mendukung soalnya tahu kualitas suara Kak In emang di atas rata-rata)
Sayangnya, karena terjadi banyak hal , dia gak sempat mewujudkan niat mulianya itu. Pas di hari ultahnya yang ke-25, dia berjanji mo ngelakuin sesuatu yang berarti sebelum usia 25 ini habis. So percakapan ini terjadi waktu kita sekeluarga lagi ngerayain ultahnya di Guadaliva sambil nyeruput orange juice.
Gua : Mo ngapain donk sekarang?
Kak In : Lulus jadi dokter
Gua : Yee...Gak seru. Nah kalo gagal?
Kak In : Hehehe...melepas keperjakaan deh!
Gua : Yee...keenakan situ donk! * tiba - tiba dapat ide* Eh bagus tuh. Tapi sama wadam ya?
Kak In : (melirik keki) Loe demen sih nyuruh gua ama yang 1 itu? Ogah Ah!
Gua : Paling enggak dating deh! Ayolah! Wadamnya gua pilih yang baik deh. Temen gua juga. Ayo donk! I bet you! (ciri lain Kak In, dia paling gak tahan sama tantangan, just like me!)
Kak In : Oke! Kalo gua gak lulus di umur ini, gua ikutin mau loe.
Horeeeeeeeeeee!!!! Akhirnya dia mau juga, dan kita pun langsung toss pake orange juice.
Subscribe to:
Posts (Atom)
